Orang Tua Jangan Lakukan Ini Saat Menghukum Anak!

jangan-lakukan-ini-ketika-menghukum-anak

Para orangtua sering jengkel pada anak saat mendapati mereka bersikap buruk, nakal bahkan tingkahnya membuat marah besar. Tak jarang orangtua akan menghukum anak atas perilaku mereka.

Adil Dalam Menghukum Anak

Yang menjadi pertanyaannya, apakah orang tua sudah adil dalam menerapkan hukuman pada anak?

Dalam Islam, keadilan merupakan fondasi yang mendasar yang seyogianya dilakukan oleh para muslimin  dalam keseharian.

Keadilan sendiri merupakan neraca timbangan Allah yang akan diberlakukan oleh semua manusia dalam strata masyarakat.

Keadilan itu sebenarnya adalah senjata ampuh untuk melawan kezaliman.  Selaiknya kezaliman tidak boleh dibalas dengan kezaliman serupa.

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya (menzalimi) seseorang walaupn sebesar zarah..” (An-Nisa’ [4]:40)

Bijak Dalam Menghukum Anak

Ada satu aturan yang harus dipahami oleh orangtua saat menghukum anak, yakni harus bijaksana walau dalam keadaan marah sekalipun.

Karena saat orangtua melakukan hukuman dengan penuh nafsu amarah dan kezaliman, maka Allah akan memberikan hukuman di hari kiamat kelak.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsisapa yang memukul dengan cambuk dengan penuh kezaliman maka ia harus menanggung akibatnya pada hari kiamat kelak.” (HR. Thabrani).

Larangan Dalam Menghukum Anak

Para orangtua hendaklah berbijak jika sekiranya harus menghukum anak, dan jangan melakukan hal-hal tersebut dibawah ini jika akan menghukum anak!

1.   Menghukum satu anak namun membiarkan anak lain melakukan kesalahan serupa.

Jangan menganggap sepele jika anak yang menerima hukuman akan menerima begitu saja saat melihat saudaranya melakukan hal serupa tidak dihukum.

Hal ini akan menimbulkan kecemburuan dan merasa diperlakukan tidak adil. Apapun alasannya, bersikap adillah pada anak!

2.   Menimpakan hukuman pada anak yang sebenarnya tidak bersalah

Mengenai hal ini, orang tua memang harus teliti benar, saat ingin menjatuhkan hukuman.

Apakah benar anak yang akan dihukum itu pelaku kesalahan? Atau ia hanya dimasukkan dalam suatu kondisi yang ia sendiri tidak bisa mengelak, apalagi yang benar-benar tidak melakukan hal tersebut.

Jangan sampai karena ketidak mampuan orangtua dalam menelisik siapa yang benar dan salah, hingga ia langsung begitu saja menjatuhkan hukuman pada anak tanpa kecuali.

Karena hal tersebut bisa menjadi preseden buruk bagi anak, dan merupakan kezaliman.

3.   Menghukum anak yang lupa, tidak sengaja, terpaksa atau ketidak tahuan mereka.

Poin ini sangat penting dicermati, karena tidak semua anak dalam posisi sadar apa yang dilakukan, sadar terhadap apa yang terjadi, atau bahkan ia melakukan sessuatu di bawah suatu ancaman.

Apalagi anak dalam kondisi khilaf, orangtua harus bijak menghadapi hal ini, karena Allah berfirman:

“Dan tidak ada dosa atasmuterhadap apa yang kamu khilaf kepadanya, tetapi (yang ada dosanya)apa yang disengaja oleh hatimu.” (Al-Ahzab [33] :5).

Rasulullah sendiri bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Ibbnu Abbas:

“Sesungguhnya Allah memaklumi kesalahan umatku yang dilakukan karena salah, lupa atau paksaan.” (HR. Ibnu Majah).

Hal Penting Dalam Menghukum Anak

Satu hal penting yang sebaiknya dilakukan orangtua adalah terapkan sistem panutan dan komunikasi yang intens dan terus menerus pada anak.

Karena hal ini akan meminimalisasi kesalahan anak, dan salah paham orangtua saat menghukum anak.

Bagaimanapun juga, anak adalah cahaya yang akan terus bersinar dan menyinari jika kita terus menerus memberikan bimbingan yang baik.

Dan salah satu tiket menuju surga itu adalah anak, jika itu asset menuju jannah-Nya, mengapa kita sia-siakan? [candradewojati.com]

Referensi:
Muhammad Rasyid Dimas, 2005, Robbani Press, jakarta

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *