Wanita yang sedang Haid, Bisakah Meraih Pahala Lailatul Qadar?

Wanita Haid Meraih Pahala Lailatul Qadar

Apakah ini pertanyaan mengada? Tentu tidak, saya yakin Allah paling tahu mengenai kondisi hamba-Nya.

Sebuah rahasia besar, mengenai siapa sebenarnya yang berhak meraup lailataul qadar, karena itu hak prerogatif Allah semata. Karena pada dasarnya tidak ada ayat yang khusus merujuk jika para wanita yang dalam kondisi haid, nifas tidak berhak mendapatkan malam yang setara seribu bulan ini.

Wanita haid, nifas dan musafir bisa mendapatkan bagian lailatul qadar, yang disesuaikan dengan amalan yang dilakukan. Hanya saja apakah lailatul qadar itu sama bobotnya dengan yang mengerjakan secara itens di masjid atau tidak, memang hal itu merupakan hak dari Allah semata.

Karena memang kesempatan beribadahnya, dan apa yang bisa dilakukan pada wanita dalam kondisi seperti itu berbeda. Lalu apa saja amalan yang bisa dilakukan untuk meraih pahala lailatul qadar?

1. Membaca Al Qur’an tanpa menyentuh mushaf sebanyak 7 ayat untuk sekali baca, misalnya Al-Fatihah.

2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (Subhanallah), tahlil (la ilahaillallah), tahmid (Alhamdulillah), dan banyak zikir dan kalimat tayibbah yang lain.

3. Diupayakan banyak membaca istighfar, dan doa-doa yang baik yang dituntunkan oleh Rasulullah.

4. Membaca doa yang sering dilafalkan saat ingin mendapatkan lailatul qadar yakni

Allahumma innaka’afuwwun kariim tuhibbul’afwa fa’fu’anhu ya kariim

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat
yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku. (Hadist sahih; diriwayatkan At-Turmudzi dan Ibnu Majah)

Ada ulama yang menjelaskan mengenai amalan wanita saat lailatul qadar di sana dijelaskan jika wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah dan I’tikaf di masjid.

Dan bentuk menghidupkan dan meraih lailatul qadar tak hanya melakukan shalat dan membaca Al Qur’an saja, namun mencakup semua bentuk ibadah atau amal perbuatan yang baik.

Al-Hafizh ibnu Hajar mengatakan ‘makna’ menghidupan malam seribu bulan adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan. An-Nawawi juga menambahkan jika menghabiskan waktu malam tersebut dengan begadang untuk amal ibadah lainnya.

Hingga sampai pada satu kesimpulan, jika wanita sedang berhalangan maka mereka masih mempunyai kesempatan mendapatkan lailatul qadar. (KH Mahfudin Arsyad)

Jika demikian adanya, para wanita yang sedang haid atau nifas jangan bersedih jika memang lailatul qadar itu untuk semua orang yang bersikeras untuk mendapatkannya, merindunya dan tak henti bermunajat kepadaNya.

Referensi:
Candra Nila Murti Dewojati, 2014, Strategi jitu meraih lailatul qadar, Qibla, Jakarta

loading...
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *