Saat Muslimah Istihadhah, Haruskah Tiap Shalat Mandi Besar?

hukum darah istihadhah
Ternyata pertanyaan seputar istihadhah sepertinya tak pernah berhenti, hal ini mengapa demikian? Karena di saat wanita belum mendapatkan kondisi seperti ini, jika ada pengetahuan mengenai darah istihadhah, mereka umumnya cuek dan tidak memperhatikan hal ini.

Hingga pada saat membutuhkannya, mereka biasanya akan bertanya kembali, dan untuk itulah pembahasan mengenai wanita dalam kondisi istihadhah tidak pernah berhenti.

Kali ini saya akan membahas mengenai apakah wanita dalam  kondisi istihadhah akan mandi setiap kali akan menjalankan shalat? Ternyata mengenai hal ini tidak main-main, karena dalilnya sama-sama ada, yakni cukup dengan wudhu dan menggunakan kain atau kalau sekarang pembalut yang bersih untuk menjalankan shalat.

Namun ada pula yang menyatakan setiap akan shalat wanita dalam kondisi istihadhah harus mandi besar. Jika keberatan maka shalatnya bisa dijamak atau diakhirkan, misalnya salah dzuhur menjelang ashar agar mandinya hanya sekali.

Kemudian shalat maghrib menjelang isya’ dan shalat subuh, maka dalam sehari bisa dilakukan mandi 3 kali, atau jika mampu 5 kali setiap akan menjalankan shalat. Apakah ini tak cukup memberatkan?  Lalu mana hal yang harus dilakukan?

Wanita dalam kondisi istihadhah wajib mandi satu kali saat selesainya masa haid dan ia tidak wajib mandi setelah itu sampai datang waktu haid kembali (sesuai kebiasaannya), dan berwudhu setiap akan shalat . Dasar hal itu adalah hadits yang diriwayatkan dalam Shahihain, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Fatimah binti Abi Hubaisy datang kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang selalu haid, maka aku tidak pernah suci, apakah aku harus meninggalkan shalat?’

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tidak, sesungguhnya itu adalah urat (pembuluh darah), bukan haid. Oleh karena itu bila tiba masa haidmu maka tinggalkanlah shalat, dan apabila berlalu (masa haidmu) maka bersihkanlah darah darinya, kemudian berwudhu untuk setiap shalat sampai datang waktu itu (tiba masa kebiasaan haid)” (HR. al-Bukhari 320, 325, 331 dan Muslim 333.)

Ada hadits kedua yang perlu dicermati lagi yakni diriwayatkan pula dalam Shahihain, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha: ‘Sesungguhnya Ummu Habibab istihadhah selama tujuh tahun. Ia bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal itu, beliau menyuruh dia mandi seraya bersabda: ‘Ini adalah urat (pembuluh darah). Maka ia mandi untuk setiap shalat.”

Hal ini menunjukkan jika wanita dalam kondisi istihadhah diwajibkan mandi setiap akan mengerjakan shalat. Lalu bagaimanakah kedudukan hadis ini dengan hadits yang disebelumnya dimana wanita hanya diwajibkan satu kali saja setelah selesainya haid dan hanya berwudhu setiap akan menjalankan shalat?

Dilihat dari dua hadits di atas ternyata hadits Ummu Habibab bersifat Muthlaq dan hadis Fatimah adalah Muqayyad, dan ini berarti yang Muthlaq dibawakan kepada yang Muqayyad. Hingga akan disimpulkan jika wanita dalam kondisi istihadhah maka harus mandi besar (junub) saat berakhirnya masa haidnya dan berwudhu untuk setiap shalat yang akan dikerjakan.

Lalu, bagaimana dengan mandinya setiap kali harus shalat pada kasus Ummu Habibab? Sebagian ulama menyatakan jika hukum asalnya tidak wajib, jika hukumnya wajib tentu Rasulullah SAW akan menjelaskan secara detail dan tidak boleh menundanya lagi. Hingga Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim berkata :
“Ketahuilah sesungguhnya wanita yang istihadhah tidak wajib mandi untuk setiap shalat kecuali hanya satu kali saat berakhirnya masa haidnya”. Ini adalah pendapat mayoritas ulama dari kalangan salaf dan khalaf. Yaitu diriwayatkan dari Ali, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Aisyah radhiyallahu ‘anhum. Juga pendapat Urwah bin Zubair, Abu Salamah bin Abdurrahman, Malik, Abu Hanifah dan Ahmad. Hingga di sini yang dimaksudkan. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh – Fatawa Wa Rasail (2/100-101)

Tentu  saat menjalankan shalat harus perhatikan factor kebersihan badan dan tempat shalat. Cuci kemaluan, kemudian memakai pembalut yang bersih dan berwudhulah sebelum mengerjakan shalat, dan mandi besar hanya sekali saja setelah selesai masa kebiasaan haid. Semoga ini bermanfaat.

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *