Wajib Cermati, 4 Pernikahan yang Haram Dalam Islam!

perkawinan yang dilarang dalam islam
Ternyata tidak semua pernikahan itu dibenarkan dalam Islam. Ada beberapa pernikahan yang sepertinya sah namun ternyata dilarang atau haram dalam syariat islam.

Pernikahan yang seperti apakah itu? Cermati hal-hal berikut ini:

1. Nikah syighar

Yakni pernikahan tukar menukar, yakni seseorang menyerahkan anak, adik, budak atau saudara perempuannya untuk dinikahi seorang lelaki dengan maksud agar anak, adik, budak atau saudara perempuan lelaki tersebut juga dinikahi dirinya.

Hal ini dilarang oleh jumhur ulama dengan dalil nabi yang melarang pernikahan jenis ini. Dikarenakan bisa jadi tidak ada unsure ridha pada pihak-pihak yang dinikahkan (pihak perempuan), bersikap zalim pada mereka (adanya pemaksaan) dan sering timbulkan perselisihan dan pertentangan.

2. Nikah Muhallil

Nikah muhallil adalah perantara pernikahan, yakni seorang lelaki yang mau menikahi perempuan yang sudah dicerai oleh suaminya sebanyak tiga kali, dengan harapan setelah perantara itu menikahi istrinya yang sudah dicerai (talak sebanyak 3 kali), kemudian menceraikannya, maka suami pertamanya tadi bisa menikahi kembali.

Pernikahan ini dianggap konspirasi saja, karena didalam hukum Islam, istri sudah ditalak 3 kali oleh suami harus dinikahi orang lain terlebih dahulu, jika suaminya ingin rujuk kembali setelah perantara tadi menceraikannya.  Pernikahan model seperti ini termasuk dosa besar, keduanya dilaknat oleh Allah.

Jumhur ulama (Malik, Syafi’i , Ahad, al laits, at-Tsauri, Ibnu Mubarak, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan) menilai pernikahan Muhallil tidaklah sah (lihat dalam Al Bidayah Al Mujtahid)

Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu berkata: “Rasulullah melaknat al-Muhallil (laki-laki yang menikahi perempuan dan menceraikannya) dan muhallalah(orang yang menyuruh muhallil)“(HR Tirmidzi, an Nasa’i dan Ahmad).

Baca juga: Merawat Pernikahan Agar Sakinah Mawadah Warahmah

3. Nikah Mut’ah

Atau biasa disebut nikah kontrak, yakni seorang laki-laki yang menikahi wanita hanya untuk sehari, atau dua hari atau lebih dan memberikan imbalan pada wanita tersebut.

Dulu, nikah model Ini pernah diperbolehkan oleh Nabi Muhammad saw karena sebab darurat, saat awal-awal Islam datang, peperangan dan hukum Islam belum ditegakkan seluruhnya. Diriwayatkan Rasul mengharamkan nikah mut’ah sampai hari kiamat.

Nikah mut’ah dilarang karena banyak mudharat daripada manfaatnya, status anak dan istri yang tidak jelas dan membuat kerusakan ditengah masyarakat, karena seolah wanita bisa seperti barang yang bisa disewa, sehingga kurang penghormatan atasnya, demikian rangkuman pendapat dari syaikh ibnu Utsaimin.

4. Menikah dengan niat buruk

Misalnya untuk balas dendam, merendahkan kaum wanita, inginkan harta pihak wanita dan lain sebagainya. Dan yang terakhir ini ternyata juga banyak disinyalir terjadi di negara kita. Waspadai seorang wanita yang ingin menikah dengan pria hanya karena mengincar harta semata dan sebaliknya, mereka ini biasanya hanya berpura-pura untuk menyukai atau mau dinikahi dengan niat bukan ingin menyempurnakan ibadah kepada Allah, hanya materi semata.

Referensi:
–    Khalid al Husainan, Fikih Wanita, Darul Haq, Jakarta, tahun 2011
–    Candra Nila Murti Dewojati, 202 Tanya Jawab Fikih Wanita, Al Maghfirah, 2013

loading...
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *