Luar Biasa, Inilah Sebagian Mukjizat Al Qur’an yang Istimewa

 

Al Qur’an memang turun saat 17 Ramadhan atas perantaraan Malaikat Jibril pada Muhammad SAW. Peristiwa ini familier disebut Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an.

Inilah Mukjizat Al Quran

 

Wahyu pertama yang diturunkan pada Rasulullah adalah surah al Alaq ayat 1-5, saat menyendiri di gua Hira.

Saat Al Qur’an turun, seketika itu juga beban dan tanggungjawab penyampai risalahNya tertuju pada Rasulullah, sebagai manusia pilihan.

Tanpa ragu sedikitpun, Muhammad dengan segala ketegaran, kesabaran yang luarbiasa menebarkan pesan Al Qur’an pada umat yang kala itu masih tersesat dan jahiliyah.

Sudah selayaknya kita sebagai umat Muhammad, tidak hanya sekedar memperingati 17 Ramadhan ini sebagai turunnya Al Qur’an semata, namun sudah melangkah lebih jauh, membaca, mempelajari, menghayati dan berazam untuk mengamalkannya.

Manusia yang berpegang pada Al Qur’an dijamin tidak akan tersesat jalan. Ia akan ditutun pelita illahiyah lewat petunjuk cahaya kitab suci ini.

Membenarkan Al Qur’an dengan cara menghidupkannya dalam ruh manusia saat ramadhan atau selepas ramadhan adalah esensi dari nuzulul qur’an itu sendiri. Karena tak dibantahkan lagi Al Qur’an adalah mukjizat Allah, dan isinya adalah benar.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat 41 : 53)

Ayat-ayat Allah baik tersurat maupun tersirat memanglah luarbiasa. Banyak dibuktikan oleh peneliti baik secara ilmiah maupun para ahli tafsir Al Qur’an, jika rahasia firman Allah itu memang melebihi pemikiran akal manusia.

Baru sedikit yang terkuak salah satunya dalam bidang ilmu botani, hewani, ekologi, astronomi, kesehatan, fisika dan banyak lagi lainnya.

Beberapa hal yang patut menjadi perhatian adalah saat Al Qur’an berbicara mengenai ilmu astronomi, diantaranya adalah:

1. Saat bertambah ketinggian keangkasa, semakin dada sesak dan tercekik

Apabila pilot ditanya saat ia menambah ketinggian pesawat pada ketinggian tertentu, mereka serempak akan menjawab rasanya:

“Dada kami merasa semakin sesak setiap menambah ketinggian sampai-sampai kami merasa tercekik karena tidak mampu bernafas akibat berkurangnya kadar oksigen..”

Al Qur’an dengan taktis menjawab hal tersebut, saat turunnya ayat ini, tentu belum ada pilot atau sukarelawan untuk menguji hampa udara pada ketinggian tertentu, karena pada saat lalu, orang mengira udara tersedia disemua ketinggian.

Surat Al-An’am (6) ayat 125 menjelaskan:
“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (Al-An’am 6 : 125).

Al Qur’an sudah menjelaskan bagaimana rasanya seseorang saat berada pada ketinggian tertentu yang hampa udara, ternyata hasilnya sama dengan yang digambarkan pilot tadi. Kebenaran Al Qur’an memang terkuak!.

2. Pusat perasa di kulit

Saat lalu, orang mengira semua anggota tubuh memiliki kepekaan sama, namun ilmu pengetahuan modern mengungkapkan sebenarnya pusat kepekaan itu ada pada kulit. Al Qur’an sudah membahasnya saat azab bagi ahli neraka itu berhubungan dengan kulit mereka, bukan daging, bukan otak, buka panca indera atau bagian tubuh yang lain.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa 4 : 56)

3. Nebula (Teory BIG BANG)

Nebula adalah sebuah teori ledakan besar pada ruang angkasa (BIG BANG) yang merupakan kumpulan 100 milyar galaksi yang berbentuk seperti bunga mawar merah. Apakah Al Qur’an juga membahasnya? Simak penuturan berikut:

“Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi mawar merah seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Q.S. Ar Rahmaan:37-38).

Al Qur’an memang luar biasa. Sudah selayaknya umat Islam percaya jika masih ada ribuan bahkan jutaan rahasia alam yang belum terungkap dalam Al Qur’an oleh manusia.

Jangan hanya mengagumi kitab suci ini saja, sudah selayaknya mencintainya dengan kesungguhan, membaca mengaji, mengkaji dan selanjutnya menjalankannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *