Kiat Menata Hati Bersama Anak Tiri

Kiat Mengasuh Anak Tiri
Memang, adakalanya kehidupan tidak berjalan seperti yang diharapkan. Pun dalam sebuah pernikahan, tak selamanya mulus.

Adakalanya harus berpisah atau bercerai, lalu kemudian menemukan tambatan hati kembali. Saat menikah kembali, permasalahan lain kemudian muncul berkenaan dengan pengasuhan anak.

Jika pernikahan sebelumnya ada anak, proses penyesuaian pada kondisi pernikahan baru pada orangruanya membutuhkan banyak waktu. Baik dari pihak suami, istri maupun anak-anak. Tak jarang menimbulkan konflik berkepanjangan, yang mengakibatkan tidak nyamannya beberapa pihak.

Apabila tidak mendapatkan jalan keluar, tak heran kehidupan yang akan dirasa dapat menyembuhkan luka atas kegagalan pada pernikahan yang lama, bahkan akan membuat luka baru. Hingga semuanya jauh dari keberkahan, karena ada rasa tak ikhlas, benci bahkan saling menafikan satu lain.

Pernikahan selaiknya menuju pada surga dan menjauhkan diri dari api neraka, baik ‘neraka’ duia, berupa situasi yang tidak menyenangkan, maupun neraka sesungguhnya di akherat kelak.

Mengenai hal ini Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6).

Dalam ayat itu terlihat jika tidak mengkhususkan arti keluarga adalah suami, atau istri serta anak-anak kandung yang dilahirkan, namun bisa juga anak-anak dalam pernikahannya yang lain,  hingga menjadikan dalam rumah itu ada anak kandung maupun anak tiri.

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh suami atau istri dalam keadaan mengasuh anak-anak tiri maupun kandung secara bersama-sama.

Maka, cermatilah 7 hal berikut ini:

1. Ikhlas untuk mengasuh anak-anak tanpa bedakan antara “kandung dan tiri”

Mulai sekarang jangan lagi ada sebutan, “Anak kandung dan anak tiri”, seorang yang didalam kepala mereka masih mendiskriminasikan ada anak kandung dan tiri, maka di situ permasalahan muncul, yakni berkurangnya keikhlasan mengasuh untuk anak tiri.

Selalu ada sorotan, saat anak-anak tiri mempunyai perilaku yang tidak diharapkan. Hingga ada suatu perkataan, “Anak tiriku ini susah untuk diatur..”.

Bagaimana jika yang susah diatur itu anak Anda? Tentu sorotan atau perasaan tak rela itu tidak sebesar saat yang Anda sorot anak tiri.

Maka hilangkan pengkotakan atau sebutan itu. Semua adalah anak Anda yang harus ikhlas untuk dididik, diberi limpahan kasih sayang bahkan mendapat porsi sama dalam doa!

Perlakuan sama ini akan terlihat saat seorang mengadopsi anak, atau mempunyai anak asuh. Jika perasaan ikhlas mengasuh mereka, tentu akan lebih mudah hati ini menerima mereka dalam kehidupan Anda.

Percayalah, janji Allah untuk menolong orang-orang ikhlas adalah nyata adanya:
“Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka.” (HR. An Nasa’i)

2. Belajarlah menata hati

Proses ini bukan hal mudah, namun tiap orang memang harus melakukannya, apabila ingin rumahtangganya sakinah. Menata hati adalah proses dari sebuah keikhlasan, kesabaran, menahan marah, menahan galau dengan menghambakan hanya pada Allah segala perbuatan yang ia lakukan.

Segala kejengkelan saat berhadapan pada anak-anak yang tidak patuh, lambat laun akan lebih mudah ditangani apabila Anda sudah pada tahap bisa kelola perasaan.

3. Posisikan diri Anda sebagai seorang pemimpin!

Dalam Islam, seorang pemimpin itu bukan hal yang mudah, namun berpahala sangat besar jika bisa menjalankan amanah yang dibebankan padanya dengan baik. Seorang ibu, akan diminta pertanggungjawaban saat ia mengasuh anak-anak, dimata manusia, hukum, dan Allah Ta’ala, tentu saja.

Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”

Jika sudah begini, masihkah kita masih juga ingkar dari tanggungjawab untuk mengasuh anak-anak yang ada didalam ‘kuasaan’ kita? Apakah perlu kita bedakan antara anak kandung dan tiri?

4. Pernahkah Anda berkomunikasi dari hati kehati dengan Anak Tiri?

Poin ini jangan disepelekan! Sebab terkadang karena terlanjur jengkel dengan perlakuan anak tiri akibat pengasuhan yang berbeda saat ia dengan ibu kandungnya, menyebabkan kita sebenarnya kehilangan waktu dan energi untuk marah-marah, jengkel, galau tanpa pernah atau menyediakan waktu yang cukup untuk berbincang dan berkominikasi yang intens, baik dari segi kekerapan maupun banyaknya isi dari percakapan.

Ingat, jika masih hati tidak terbuat dari batu, insyaAllah ada jalan untuk melumerkan kekerasan hati anak. Salah paham karena jarang komunikasi atau salah komunikasi mengapa tidak diperbaiki? Mari saatlah bergandeng tangan untuk sama-sama meluruskan langkah seiya sekata dalam keluarga.

Jangan bilang susah bertemu karena ia banyak keluar rumah, komunikasi dengan berbagai cara, semisal lewat WA, BBM, SMS, Inbox dan lain-lain. Jangan berisi menyalahkan, menyudutkan atau langsung mengatakan sesuatu yang tak suka. Percayalah masih banyak waktu untuk memperbaiki salah paham tersebut.

5. Cari waktu luang bergembira dengan keluarga, semisal Piknik, atau lakukan kegiatan bersama.

Salah satu membahagiakan hati dan menepis luka dengan cara melakukan kegiatan yang menyenangkan yang memungkinkan untuk sama-sama saling berbincang dan mencurahkan isi hati, tanpa ketegangan.

6. Ajak Suami dan Anak Kandung Anda untuk bersama-sama ikut menciptakan suasana rumah yang baik dan menolong perbaiki hubungan dengan anak tiri.

Bicaralah pada mereka untuk sama-sama menolong untuk menyamakan pikiran dan langkah agar peraturan rumah, kemauan masing-masing anak bisa tersalurkan inspirasinya dengan baik. jangan sampai ada saling gap, yakni saling membantu menyudutkan saat anak tiri melakukan kesalahan. Saling bantu meluruskan, dengan santun bukan dengan kemarahan dan teriakan.

7. Selipkan Nama setiap anggota keluarga dalam doa Anda!

Saat Anda menyelipkan dengan ikhlas dalam doa untuk kebaikannya dan kebaikan seluruh keluarga, saat itu pula, penerimaaan pada semua anak menjadi sama dan seimbang. Ingat, anak tiri tidak pernah meminta kondisi dalam kehidupannya menghampiri dirinya. Saat dia labil dan memerlukan pertolongan hingga berimbas pada perlakuannya, maka sebenarnya Anda sebagai garda terdepan membantu kesulitannya.

Mintalah pada pemilik kehidupan dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki keadaan, karena sesungguhnya tidak ada doa tertolak bagi seorang ibu dan istri yang tulus ikhlas serta sholihah, jika belum terlihat hasil, maka bersabarlah, karena kesabaran itu akan menghimpun Anda lebih dekat dengan surga!

loading...
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *