Tahu gak, Meludah Sembarangan Itu Dilarang Islam?

Larangan Islam Ketika Meludah Sembarangan

 

Setiap orang memiliki air liur, yakni cairan tubuh yang ada di mulut. Apakah ada manfaatnya air liur itu? Tentu karena bermanfaat bagi metabolisme tubuh karena membantu mulut tetap lembab di samping membantu pencernakan.

Fungsi lain yang tak kalah penting yakni membersihkan sisa makanan dari lapisan mulut dan membantu menumbuhkan lapisan gigi yang rusak. Meski sangat urgen fungsinya, jangan salah, ternyata air liur bisa rawan menularkan penyakit.

Ada beberapa bakteri atau virus yang hidup nyaman dengan air liur.
Bakteri itu adalah influenza, batuk, TBC, herpes juga hepatitis B, bahkan Tiphus dan HIV Aids juga disinyalir juga sering mengendap di dalam air liur.

Penularan beberapa penyakit ini bisa terjadi bila kontak langsung dengan penderita, yakni saat ia meludah sembarangan, berciuman atau melalui udara.

Dalam Islam, ada adab tertentu saat meludah yakni:

1. Haram hukumnya meludah kearah kiblat, saat dalam keadaan shalat.

Mengapa demikian? Karena shalat adalah menghadap Allah ke arah kiblat, maka bagaimana mungkin orang meludahi arah kiblat?

“Apabila (seseorang) berada di dalam shalatnya maka sesungguhnya dia sedang bermunajat kepada Rabbnya. Maka janganlah dia meludah ke arah depannya (qiblat) dan jangan pula ke arah kanannya, akan tetapi (meludahlah) ke arah kiri (atau) ke bawah kaki kirinya.” (HR Al Bukhari, 1214 dan Muslim, 551).

2. Meludah kearah kanan, juga diharamkan.

Baik sedang melaksanakan shalat maupun tidak. Mengapa tidak diperbolehkan? Karena ada malaikat pencatat kebaikan di arah kanan.

Sebagaimana telah datang atsar dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu ‘anhu, dia berkata:

“Maka janganlah (seseorang) meludah ke arah depannya (qiblat) dan jangan pula ke arah kanannya karena di sebelah kanannya ada (malaikat) pencatat kebaikan, akan tetapi (meludahlah) ke arah kirinya atau ke belakang punggungnya.” (Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah (7454). Sanadnya shahih)

3. Diperbolehkan meludah kearah kiri.

Hal ini merupakan kebolehan secara mutlak baik saat shalat, di dalam, atau luar masjid. Namun tentu dengan tata cara tertentu, dan dalam unsur darurat.

Meludah kearah kiri, tentu di arah kirinya tak ada jamaah lainnya, jika ada maka harus meludah di bawah kaki kirinya. Namun tentu lebih bijak harus ada sarana lainnya untuk meludah, seperti sapu tangan, tissu atau handuk kecil.

Mengapa kearah kiri diperbolehkan, sedang kanan tidak? Hal ini karena sudah ada hadits shahih mengenai larangan meludah ke kanan, jika ke kiri sudah mendapatkan izin dari Rasulullah.

Larangan meludah ke kanan sebagai pemuliaan atau penghormatan pada malaikat pencatat amal kebajikan.

4. Sebaiknya jangan meludah sembarangan jika tidak terpaksa.

Saat tubuh sedang sakit,dan kondisional lainnya yang menginginkan manusia untuk meludah, maka harus bijak. Selain menjijikkan untuk orang lain jika terkena, sebaiknya meludah jangan disembarang tempat.

Cari tempat yang aman, jauh dari banyak orang, jangan mengenai orang lain, pakailah tisu atau saputangan saat meludah. Apalagi saat seseorang sedang sakit, maka sangat rawan menulari orang lain dengan air ludah itu.

5. Jaga kebersihan mulut.

Hal ini terkait pula dengan air ludah, mulut yang sehat, insyaAllah jauh dari penyakit, termasuk air ludah. Maka rutin bergosok gigi, memakai cairan pembunuh bakteri dan penyegar mulut atau memakan sesuatu yang bisa menyehatkan dan menyegarkan mulut akan lebih utama.

6. Meludah sembarangan dilarang Islam.

Hal ini terkait dengan kebersihan, kesehatan dan manfaatnya. Tidak ada manfaatnya, bahkan cenderung banyak mudharatnya jika seorang muslim sembarangan dalam meludah.

Selain menjijikan, tidak sopan, merugikan orang lain akan menimbulkan banyak penyakit.

Maka bijaklah jika ingin meludah!

loading...
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *