Memakai Make up, Lipstik Atau Pelembab Bibir Apakah Membatalkan Puasa?

hukum menggunakan lipstik ketika puasaPengin tampil cantik dengan memakai lipstik saat puasa?

 

Banyak pertanyaan sederhana yang dilontarkan kaum muslimah sehubungan dengan hajatnya saat Ramadhan. Salah satunya adalah saat ia memakai make up atau penggunaan lipstik dan pelembab bibir, apakah membatalkan puasa?

Semua bahan kecantikan yang dipoleskan di wajah dan kulit luar, baik yang berbau atau tidak, baik sekedar untuk pengobatan dan pelembab atau keperluan kecantikan, maka tidak membatalkan puasa, kecuali jika bahan-bahan tersebut ditelan dan masuk lambung secara sengaja.

Syekh Abdul Aziz bin Baz, dalam Majmu’ Fatawa menjelaskan mengenai hal ini dan beliau mengatakan:

“Bercelak tidaklah membatalkan puasa, baik bagi lelaki maupun wanita, menurut pendapat yang paling kuat. Hanya saja, menggunakan benda ini di malam hari itu lebih baik bagi orang yang puasa. Demikian pula, pengaruh dari penggunaan obat perawatan wajah, seperti sabun, minyak, dan yang lainnya, yang hanya mengenai bagian luar kulit, termasuk pacar, make-up, dan semacamnya, semua itu boleh dilakukan oleh orang yang berpuasa. Hanya saja, tidak boleh menggunakan make-up jika bisa membahayakan wajah. Allahu waliyyut taufiq.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15:260).

Sedang Syekh Muhammad bin Shaleh al Utsaimin menjelaskan mengenai pemakaian pelembab bibir sebagai berikut:

“Diperbolehkan bagi seseorang untuk melembabkan bibir atau hidungnya dengan menggunakan krim, atau membasahinya dengan air, dengan kain, atau semacamnya. Namun, perlu dijaga, jangan sampai ada bagian yang masuk ke perutnya. Jika ada yang masuk ke perut tanpa sengaja maka puasa tidak batal. Sebagaimana orang yang berkumur, kemudian tiba-tiba ada bagian yang masuk ke perut tanpa sengaja, puasanya tidak batal.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 19:224)

Dari kedua ulama tadi bisa disimpulkan bahwa tidak mengapa wanita menggunakan bahan-bahan keperluan mempercantik diri saat puasa namun ada beberapa kaidah yang perlu diingat:

1. Make up atau Lipstic sebaiknya merupakan bahan-bahan halal dan tidak kedap air, dimana bisa menghalangi masuknya air wudhu kekulit.

2. Jika ingin menggunakan make up bahan water proof, maka sebaiknya sudah punya wudhu. Dan jika batal, maka harus membersihkan dengan seksama saat akan berwudhu. pakailah saat haid atau nifas karena itu lebih aman.

[irp posts=”84″ name=”Make Up Waterproof, Haramkah Dalam Islam?”]

3.  Apabila peralatan kecantikan itu membahayakan kulit bahkan kesehatan, semua yang boleh untuknya akan menjadi haram.

4.  Wanita saat berhias menggunakan make up bukan sekedar ajang pamer dan mengundang maksiat. Apabila itu yang terjadi, maka haram hukumnya.

5.  Saat puasa menggunakan lipstik atau peralatan make up yang beraroma buah-buahan dan menjadikan si pemakai terganggu kekhusukan beribadah, maka hal itu tidak boleh digunakan.

Sebaiknya wanita berbijak dalam berhias saat bulan Ramadhan. Jangan sampai penggunaan make up sebagai ajang menumbuhkan kepercayaan dan mempercantik diri malah bisa menghalangi dalam beribadah, dan mengurangi kekhusukan beribadah.

Rauplah pahala ramadhan sebanyak-banyaknya. karena pada dasarnya wanita sudah cantik dengan berwudhu, tidak terbebani dengan sara make up yang berlebihan.

loading...
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *