Konflik Istri Dengan Mertua, Bagaimana Islam Menyikapinya?

solusi-konflik-istri-dan-mertua

Pemicu Konflik Istri Dengan Mertua

Dalam mewujudkan rumah tangga sakinah mawadah warohmah, memang suami-istri harus saling memahami satu sama lain. Terbuka dan bekerja sama untuk menemukan ritme terbaik dalam hidup bersama.

Tidak bisa dipungkiri, jika ada beberapa hal dalam hubungan suami-istri mengalami ketidak-sesuaian dalam keinginan atau cara pandang, dan hal ini penyelesaian selain berkomunikasi secara intens juga harus didasarkan oleh ilmu fikih.

Pun untuk keputusan saat harus tinggal bersama orang tua dalam kehidupan sehari-hari, hal ini memang harus dipikirkan masak-masak plus minusnya. Memang, idealnya, anak ikut merawat orang tua saat mereka sudah mulai menua, sakit-sakitan atau tidak produktif lagi dalam bekerja.

Namun, adakala pasangan memutuskan untuk tinggal bersama orangtuanya yang masih produktif dalam bekerja dan bisa mengurus dirinya sendiri karena beberapa alasan.

Alasan utama biasanya  pasangan itu memang belum mempunyai rumah sendiri, alasan tidak ada yang menjaga anak-anak mereka saat mereka bekerja, ataupun suami bekerja di luar kota hingga tidak ada yang menemani keluarganya. Namun hal ini sangat rawan untuk terjadinya konflik.

Istri merasa tidak bebas untuk mengurus rumah tangganya, ingin mandiri, atau ada beberapa ketidak-cocokan sikap atau cara pandang terhadap sesuatu antara istri dan mertua. Apalagi tinggal bersama mertua adalah permintaan orang tua suami sendiri.

Kalau sudah demikian konflik itu bisa meruncing dan akhirnya menganggu harmonisnya hubungan antara suani dengan istri, atau istri dengan mertua, bahkan suami dengan orangtuanya. Apalagi suami terlihat dilema untuk menyelesaikan masalah ini, karena keduanya adalah orang-orang yang terpenting dalam kehidupan suami yang pantas dibela.

Lalu, bagaimana menyikapi hal ini, bolehkah istri akhirnya menolak atau meminta untuk pisah rumah dengan mertuanya, dosakah hal ini jika dilakukan?

5 Solusi Atas Konflik Istri Dengan Mertua

Untuk menjawab hal itu, cobalah cermati kisi-kisi Islam dalam menjawab persoalan tersebut:

1. Suami sebaiknya menjadi penengah dalam masalah ini. Suami diharapkan menemukan cara yang tepat untuk menuntaskan konflik antar mereka dengan makruf tanpa terlihat membela salah satunya. Karena pada dasarnya ikut merawat orangtua adalah kewajiban anak dan berpahala besar.

2. Ibnu Utsaimin berpendapat, jika pada dasarnya suami memiliki kewajiban memberi makanan, pakaian dan perumahan yang layak bagi keluarga. Suami menjadi wali bagi istrinya, hingga sepanjang tidak bermaksiat pada Allah sebisa mungkin segala ucapan suami dipatuhi istri, termasuk juga keinginan suami untuk merawat dan masih ingin tinggal bersama orangtua.

3. Namun, Ibnu Utsaimin juga berpendapat jika istri menolak tinggal bersama mertua, maka hal tersebut memang tidak ada ketentuan dalam Islam, maka hal tersebut diperbolehkan, namun harus diingat jika hal ini juga menyangkut masalah pembangkangan istri terhadap suami, jika hal tersebut merupakan perintah suami, maka sebaiknya diminimalisasi dan dicarikan solusi terbaiknya dari pengaruh keluarga besar maupun dari luar.

4. Jika mengalami hal buntu dalam menyelesaikan masalah Ibnu Utsaimin menyarankan untuk mengambil jalan tengaha dengan memisahkan tempat tinggal istri dengan mertua dengan catatan dilarang memutus silaturahmi antar keduanya dan tetap diupayakan mencarikan tempat tinggal yang berdekatan agar tetap bisa menjaga dan merawat orangtua.

5. Dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 81 bahkan menyebutkan kewajiban suami adalah menyediakan tempat tinggal yang layak bagi keluarga dan keperluan didalam rumahtangga tersebut. Untuk itu, memang tidak salah jika istri menginginkan tempat tinggal untuk dirinya dan keluarga, karena pada dasarnya menyediakan tempat tinggal adalah kewajiban suami.

Demikian jawaban Islam menyikapi hal ini. Bijaklah untuk hal ini, karena memang dasarnya kewajiban suami memberikan tempat tinggal dan makanan, pakaian seecara layak pada istrinya, juga kewajiban untuk merawat dan menjaga orang tua.

Carilah solusi yang terbaik agar semuanya dapat mendapatkan ridha Illahi Rabbi.

loading...
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *