Kisah Urwah bin Zubair, Jangan Merasa Paling Menderita Sebelum Membacanya!

Kisah Sedih Urwah bin Zubair
Urwah bin Zubair adalah seorang ulama terpandang saat itu. Seorang dari kaum bangsawan namun putuskan untuk menjadi ahli agama.

Suatu ketika saat ia berkunjung di rumah al-Walid salah seorang sahabatnya, ia ditemani oleh anaknya, Muhammad. Ia adalah seorang pemuda kecil yang sangat tampan.

Namun saat ia tak hati-hati melintas di kandang hewan, ia terperosok dalam kandang itu dan terinjak oleh hewan. Akhirnya jiwa Muhammad tidak tertolong.

Ayahnya yang mencoba membantunya, juga terkena imbas hewan yang sedang marah, dan kakinya yang terinjak  menjadi infeksi.

Kemudian al-Walid memanggilkan dokter untuknya, karena dirasa kaki Urwah menjadi parah. Saran dokter tidaklah terduga, ”Kaki anda harus segera diamputasi karena sudah parah infeksinya menyebar ke mana-mana, bila tidak bisa gawat karena infeksi menyebar ke seluruh tubuh, dan Anda tak bisa bertahan hidup lebih lama.”

Merasa tak ada jalan lain Urwah setuju diamputasi kakinya, rasa sakitpun berhasil ditahannya karena dia telah pingsan. Saat terbangun dari sadar, wajah Urwah bercucuran keringat. Sambil terus bertakbir dan bertahmid, ia mengambil potongan kakinya, dan diciuminya potongan kakinya.

Dengan penuh haru dan masih juga menahan sakit, ia berkata, “Apa yang menyebabkan kamu dipotong seperti ini? Sungguh Allah mengetahui aku tidak pernah menggunakannya pada hal-hal yang haram, tempat maksiat atau ke perbuatan yang tidak diridhoi Allah.”

Kemudian ia meminta supaya potongan kakinya dimandikan, diberi wewangian dan dikafani  dengan selembar kain untuk dikuburkan di pekuburan umat Islam.

Saat teman-temannya datang menemui dan berta’ziyah dengan membaca ayat; “Sesungguhnya kita telah merasa letih dengan perjalanan kita ini.” (QS: Al Kahfi:62)

Terlihat Urwah tiada menjawab ucapan tersebut, tetapi Ia malah berdoa dengan khusuk, seraya mengucapkan, ”Ya Allah sesungguhnya aku mempunyai tujuh anak laki-laki, salah satu dari mereka telah kau cabut nyawanya. Sekarang masih tersisa enam orang anak. Ya Allah selama ini aku memiliki empat anggota tubuh yakni dua tangan dan dua kaki, Engkaupun telah mengambil salah satu di antaranya. Dan kini aku masih memiliki tiga anggota tubuh. Meski Engkau beri cobaan, sesungguhnya itu adalah kesejahteraan dan yang Engkau ambil, sejatinya Engkau abadikan…”

Sangat menyentuh, apa yang dikatakan oleh Urwah ini, ia berhasil mengelola kesedihan hatinya, musibah yang menimpanya menjadi kekuatan yang maha dahsyat dalam jiwanya, untuk lebih meneguhkan imannya.
Referensi:
Candra Nila Murti Dewojati, 2012, Masuk Surga Walau Belum Pernah Shalat, GPU-Kalil, Jakarta

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *