Kisah Ummi Syuraik, Wanita Tangguh dan Teguh Pendirian

kisah islami ummu syuraik(ilustrasi:muslimah Palestina yang disiksa, gbr: hizbut-tahrir.or.id)

Ummu Syuraik adalah seorang wanita Islam yang teguh, ia tak takut siksaan manusia demi menegakkan dakwah yang ingin ia sebarkan mengenai Islam pada para wanita Quraisy. Agama yang seharusnya diimani oleh manusia, agama tauhid.

Semenjak masuk Islam, yang diinginkannya adalah meninggikan kalimat Tayyibah dan mengibarkan lafal Laa ilaha illahhahu muhammadurrasulullahi.

Nama aslinya adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim, wanita suku Quraisy dari Bani Amir bin Lu’ai. Ia juga pernah menjadi isteri Abu al-Akr ad-Dausi.

Usahanya berdakwah pada wanita Quraisy dilakoninya secara sembunyi-sembunyi tanpa rasa lelah. Ia amat paham resiko yang akan dihadapi.

Tak hanya melulu persoalan kehilangan pekerjaan, harta benda, dijauhi atau dimusuhi oleh kaum Quraisy karena telah menyebarkan agama yang sama sekali berbeda dengan agama nenek moyang mereka, namun juga resiko kehilangan nyawa!

Ummu Syuraik melakukan semuanya dengan ketegaran hati bak karang yang tegak dilautan  meski terkena kuatnya hempasan ombak. Karena ia telah merasa apa yag dilakukannya sebagai Jihad, berjuang dijalan Allah yang perlu dijalani dengan penuh kesabaran.

Namun ujian bertubi-tubi kemudian menghampirinya, setelah banyak yang mengetahui aktivitasnya di kota Mekah, maka dengan beringas kaum Quraisy menangkapnya sembari berkata, “Kamu bukan kaum dari kami, makanya kami akan menyerahkanmu pada mereka.”

Tak dinyana keluarga suaminya datangi Ummu Syuraik, sambil menghakimi wanita teguh itu, dan mereka bertanya:” Jangan-jangan engkau telah masuk agama Muhammad?”

Dengan tegas tanpa rasa takut sedikitpun Ummu Syuraik menjawab:” Aku telah masuk agama Muhammad”.

Apa yang terjadi setelah jawaban itu disampaikan?

Tentu bisa ditebak. Mereka menyiksa wanita mulia itu dengan siksaan yang keji.

Dibawanya Ummu Syuraik dari rumahnya di Dzul Khalashah (terletak di Shan’a’) ke suatu tempat yang tak diketahui.

Dipaksa mengendarai onta yang lemah, diberi makan dan madu, namun tak diberi minum setetespun. Saat hari tengah terik, diturunkannya wanita itu dan dipukulinya dengan membabi buta!

Sungguh sangat kejam dan tak berperi kemanusiaan kepada hamba yang sangat mencintai agamanya, hingga hampir saja Ia kehilangan akal, pendengaran dan penglihatan!

Dan mereka terus melakukannya tanpa belas kasihan selama tiga hari berturut-turut. Pada hari ketiga, mereka berteriak kepada Ummu Syuraik untuk segera meninggalkan agama yang ia pegang.

Dengan sisa tenaganya, wanita tabah itu berkata :” Aku sudah tidak lagi mendengar perkataan kecuali satu kata demi satu kata dan aku hanya memberikan isyarat dengan telunjukku kelangit sebagai isyarat tauhid,..”

Subhanallah Wanita itu sangat dekat dengan surga.

Di saat titik nadir, wanita itu hanya berpasrah kepada Allah, baginya, hidup dan mati bukan lagi urusan manusia, maka keajaibanmu terjadi. Dadanya merasakan dinginnya ember yang berisi air, saat ia hanya bisa berbaring.

Maka Ia segera meminumnya sekali teguk. Ember tersebut terangkat, dan terlihat menggantung! Saat ummu Syuraik ingin meminumnya lagi, ember tersebut terjulur mendekat, seolah tahu kebutuhannya yang tak bisa bangkit dari rebah tubuhnya ditanah karena siksaan yang sangat berat padanya.

Hal tersebut berluang sampai ketiga kalinya, hingga ia bisa mengguyurkan ember tersebut kekepalanya dan membasahi seluruh tubuhnya dengan air yang ada didalam ember tersebut.

Melihat kejadian yang diluar jangkauan akal pikir manusia, orang-orang yang tadinya menyiksanya bertanya mengenai air yang bisa ia dapatkan, saat melihat Ummu Syuraik dalam keadaan basah kuyup, padahal ia tak bisa bergerak dengan bebas.

Maka dengan lirih namun tegas ia berkata :” Sesungguhnya musuh Allah adalah selain diriku yang menyimpang dari agamaNya. Adapun pertanyaan kalian darimana asal air itu, maka jawabku; Allah yang menganugrahkan  ini kepadaku.”

Demi melihat keajaiban yang nyata didepan mata kepala mereka sendiri karena ternyata ember tadi masih tertutup rapat dan belum terbuka, maka jiwa beringas dan kemarahan orang-orang yang menyiksa wanita itu seketika luruh, bak daun terjatuh dari ranting ketanah.

Mereka menganggap hal ini bukanlah hal yang biasa, namun luar biasa, maka mereka sonbtak berkata : “Kami bersaksi bahwa Rabb-mu adalah Rabb kami, dan kami bersaksi bahwa yang telah memberikan  rezeki kepadamu ditempat ini setelah kami menyiksamu adalah Dia Yang Mensyari’atkan Islam,,”

Kisah Ummu Syuraik ini ditutup dengan sempurna. Akhirnya para penyiksanya berbalik arah dan menyatakan diri beriman, dan menjadi pemeluk Islam setelah melihat bukti-bukti pertolongan Allah nyata didepan mata.

Ia adalah teladan dalam hal mengukir keteguhan, kesabaran, tak pernah pantang menyerah dalam berdakwah, walau nyawa sekalipun taruhannya, tak sebanding dalam mencintai Allah dan RasulNya. Baginya dalam berjihad kemudian menjadi syuhada adalah kebahagiaannya yang tiada ujung.

Apalagi Rasulullah telah bersabda : “Sungguh seandainya Allah memberikan hidayah kepada satu orang karena dakwahmu, maka itu lebih baik dari onta yang merah (harta kekayaan yang paling berharga)”

(Sumber: Kitab Nisaa’ Haular Rasuul, karya Mahmud Mahdi al-istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *