Inilah Prediksi Kapan Lailatul Qadar Akan Turun!

Inilah Prediksi Kapan Lailatul Qadar akan Turun!

Silang Pendapat kapan muncul tepatnya Lailatul Qadar sudah terjadi sejak lama. Bukan hanya orang awam, para sahabatpun penasaran, kapan sebenarnya lailatul qadar itu muncul.

Apakah benar ia ada pada 10 hari terakhir bulan ramadhan? Sekali dalam setahun pas bulan puasa, atau ia bisa muncul di sepanjang ramadhan?

Diriwayatkan dari Aisyah R.A.,bahwasanya ia berkata: “Rasulullah Shallallah alaih wasallam selalu beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.

Beliau juga bersabda : “Bersungguh-sungguhlah kamu sekalian mencari Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan” (HR. Bukhari Muslim).

Penunjukan waktu sepuluh malam terakhir oleh Rasulullah seolah sudah memberikan informasi jika keberadaannya seputar itu. Meski tetap membuat banyak orang penasaran dan memunculkan banyak prediksi untuk mengetahui pada saat kapan yang merupakan kemungkinan terbesar lailatul qadar itu muncul.

Al Qadhi mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai waktunya. Ada sekelompok mengatakan jika waktunya berbeda-beda dari tahun ke tahun. Dan dengan pemahaman seperti itu maka hadist-hadist yang menerangkan waktunya dapat dipertemukan.

Setiap hadist yang membawakan salah satu waktu-waktu tertentu itu ternyata tidak ada yang saling bertentangan seperti inilah pendapat Malik, ats-Tsauri, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan lainnya.

Mereka mengatakan waktu tersebut ternyata berpindah-pindah pada sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan.

Meski ada pula yang mengatakan waktunya tersebar di seluruh hari-hari dalam ramadhan. Tentu ada pula yang mengatakan jika lailatul qadar itu waktu sama, tak berubah dari ramadhan satu ke ramadhan lainnya.

Karena pendapatnya banyak, sehingga An-Nawawi mengatakan jika hal ini memperkuat kesimpulan, memang benar adanya waktu paling benar dan tepat adalah rahasia Allah.

Ternyata ada hitungan yang semakin mengerucut untuk mengetahuinya berdasarkan hadist berikut ini:

Dari Aisyah RA. Rasulullah Shallallah alaih wasallam bersabda : “Bersungguh-sungguhlah kamu mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan” (HR. Bukhari)

Hadist kedua ini langsung menunjuk pada hitungan malam ganjil pada sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan, hal ini bisa menjadi tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29 (jika umur bulan itu 30 hari.

Namun masih saja ada sebertik rasa ingin tahu dari kemungkinan tanggal tersebut, lima tanggal ganjil. Mungkin lebih mudah lagi mencari dimana sebenarnya lailatul qadar itu berada.

Dalam Hujjah Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad at-Thusi al-Ghazali yang lebih dikenal dengan sebutan imam al-Ghazali. Beliau memberikan jawaban yang cukup gamblang, jika sebenarnya lailatul qadar itu bisa diketahui dari awal ramadhan dimulai:

  • Jika awal bulan ramadhan dimulai hari Ahad atau Rabu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 29 ramadhan.
  • Jika awal ramadhan jatuh hari Senin, maka ia jatuh pada malam 21 ramadhan
  • Bila hari Selasa atau Jum’at, maka lailatul qadar akan jatuh pada malam 27 ramadhan
  • Bila awal ramadhan pada hari Kamis, maka ia akan jatuh pada malam 25 ramadhan.

Jika awal ramadhan pada hari Sabtu, maka ia akan jatuh pada malam 23 ramadhan. Namun penelitian ini masih juga diteliti konsepnya, karena beberapa mengira hitungan
ini hanya untuk konsumsi al-Ghazali secara pribadi, bukan untuk umum, atau disebar luaskan. (Hasyiah Jamal Al Syarkhil Minhaj, Juz II hal 357)

Ada pula yang berpendapat jika mencari lailatul qadar disepanjang ramadhan adalah bersifat umum, sedang mencarinya dimalam-malam ganjil adalah yang bersifat khusus, biasanya yang bersifat khusus didahulukan dari yang umum.

Lalu ada pula yang mensyarahkan hadist yang menyebutkan barang siapa berpandangan lemah (berselisih mengenai kedatangannya, atau lemah fisik atau psikis) maka hendaknya jangan meninggalkan (pencarian lailatul qadar ) pada tujuh hari terakhir.

Nah hal ini seperti mengisyaratkan waktunya lagi
yakni tujuh hari pada malam ganjil, tentulah yang dimaksud malam 25, 27 dan 29.

Dan yang berpendapat demikian ini bukan hanya Ubay bin Ka’ab namun juga Anas bin Malik, dan Zur bin Habisy, pendapat terbanyak dari kalangan Fuqaha yang sesuai dari hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Ibnu Umar ra, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mencari Lailatul Qadar, maka hendaklah ia mencarinya pada malam 27 Ramadhan.”

Perbedaan ulama dalam menerjemahkan waktu yang tepat kehadiran lailatul qadar bukan berarti tidak ada kepastian dalam masalah ini. Namun karena sesuatu yang bersifat misteri, rahasia yang hanya Allah yang paling tahu, dan buat manusia hanya sedikit saja dari rahasia itu terkuak.

Tentu hikmah terdalamnya agar hamba Allah berlomba dengan sekuat tenaga mencarinya dengan ikhlas diri, semangat tinggi, perasaan yang menderu untuk mengisi bulan penuh pesona dan penuh pahala ini, karena lillahi ta’ala, hanya untuk Allah semata, tanpa harus disibukkan dengan tanda-tanda dan prediksi waktu.

Referensi
Candra Nila Murti Dewojati, 2014, Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar, Qibla, Jakarta

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *