Kacang Adas, Makanan Diet yang Dibenci Kaum Yahudi Pada Masa Lalu

Kacang Adas,  Makanan Diet yang dibenci Kaum Yahudi Pada Masa Lalu

Kacang adas (lens culinaris) merupakan suku Fabaceae, ternyata disebutkan juga dalam Al Qur’an sekali yakni pada surat Al Baqarah (2) ayat 61.

Dalam ayat ini kacang adas tak disebutkan secara sendiri namun bersama-sama dengan sayur-mayur, mentimun, bawang merah, dan bawang putih.

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah,” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti sesuatu yang  baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta” kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampoi batas.”

Menurut kisah kacang adas merupakan salah satu makanan yang dibenci oleh kaum Yahudi selama mereka dalam pembuangan di wilayah Mesir.

Mengapa demikian?  Karena Adas saat itu digunakan sebagai bahan dasar membuat roti khusus untuk orang yang kekurangan alias miskin.

Bukan hanya itu, kaum Yahudi juga kurang menyukai bawang Bombay (basal), bawang putih (fum), mentimun (qissa’) dan sayuran (baqi).

Ayat di atas menceritakan bagaimana kaum Yahudi saat itu bersama Musa berada dipadang pasir. Mereka mengadu pada Musa tidak bisa makan hanya satu macam makanan saja (yang dimaksud manna dan salwa).

Namun nabi Musa memberitahukan jika makanan itu lebih baik, di kondisi gurun pasir Sinai yang tak bersahabat saat itu, daripada makanan yang mereka minta yakni sayuran, mentimun, bawang dan adas.

Dalam bahasa Indonesia kata adas dihubungkan dengan minyak adas, yang merupakan salah satu campuran untuk membuat minyak telon, jenis minyak yang digunakan untuk menghangatkan bayi.

Kacang adas termasuk kelompok kacang-kacangan (legume), dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan ‘lentils’ yang hidup pada satu musim saja. Tanaman ini dibudidayakan hanya untuk diambil bijinya saja.

Tumbuhan ini tidaklah terlalu tinggi hanya sekitar 40 cm saja. Bijinya tersimpan dalam polong, setiap polong menyimpan dua biji. Kadang adas sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi mentah, karena memiliki kandungan antinutrien, seperti asam fitik (phytic acid) dan tanin.

Di dalamnya juga ditemukan kandungan pencegah kerja trypsin (trypsin inhibitors) yakni enzim yang terlibat dalam proses pencernaan dan kandungan phytate yang tinggi, dimana kandungan ini berdampak mengurangi  jumlah mineral diet secara biologis.

Karena itu sebelum diproses sebaiknya adas ini harus direndam semalam penuh  untuk mengurangi kandungan phytate. Proses memasaknya  juga memerlukan waktu 10-30 menit tergantung varietasnya.

Lentil atau kacang adas ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, termasuk isoleucine dan lysine, kelompok asam amino esensial. Adas merupakan sumber protein murah dan banyak dimanfaatkan oleh penganut vegetarian.

Meski lentil ini hanya memiliki sedikit saja kandungan methionine dan cystine, asam amino  essesial yang diperlukan tubuh, namun bisa disiasati kacang adas ini dijadikan kecambah.

Kacang adas ini juga mengandung serat diet, vitamin B1, dan mineral yang cukup. Kandungannya berbeda-beda tergantung varietasnya, yakni antara 11-31%. Adas ini juga ditengarai mengandung banyak zat besi yang diperlukan dalam jumlah besar untuk orang dewasa atau ibu-ibu yang hamil.

Referensi :
M Fajar Shodiq M.Ag, Kapita Selekta Pertanian Dalam Prespektif Islam, IAIN Surakarta Press, 2016

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *