Hati-hati wanita dalam berhias: Hukum Wig dan Bulu Mata Palsu Dilaknat Allah!

Laknat Allah Bagi Pengguna Wig dan Bulu Mata Palsu

Tampil cantik tapi melanggar syar’i bisa mengundang murka Allah

Sudah sangat jamak untuk sekarang ini jika berhias memakai bulu mata. Dalam acara apa saja yang terlihat resmi, banyak wanita pergi ke salon dan dirias dengan memberi tambahan pada mata dengan bulu mata palsu.

Hal ini dianggap sudah sangat biasa, trendy dan akan terlihat lebih cantik. Para muslimah tidak menyadari jika apa yang telah ia pakai itu bukan merupakan kebolehan dalam Islam. Mengapa demikian?

Sebuah kisah yang menarik dicermati dari seorang gadis Anshar  yang baru menikah. Saat sakit panas, rambutnya rontok, dan terlihat tipis, keluarganya ingin menyambungnya dengan menggunakan wig atau rambut palsu.

Hal tertuang dalam hadits dari Asma bintu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada seorang wanita yang mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki seorang putri yang baru menikah. Ternyata dia sakit panas, sampai rambutnya rontok. Bolehkah saya menyambung rambutnya (dengan rambut palsu)?” beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah melaknat al-washilah (orang yang menyambung rambut) dan al-mustaushilah (orang yang minta disambungkan rambutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam kondisi daruratpun seperti kisah tadi, Rasulullah bahkan tidak mentoleransi seorang wanita untuk disambungkan rambutnya (dengan menggunakan wig) maupun dalam hal ini adalah bulu mata palsu.

Tanam bulu mata palsu itu termasuk juga dalam menyambung rambut, karena sistematikanya menyambung bulu mata asli dengan bulu mata atau rambut yang lain. Lalu, bagaimana solusinya jika wanita rontok karena penyakit semisal harus dikemoterapi dan ain sebagainya?

Kasus seperti ini memang banyak terjadi di Indonesia. Sebagai umat Rasulullah yang baik, saat sakit seharusnya wanita lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, dengan meminimalisasi hal-hal yang menambah laknat Allah.

Maka jika ingin keluar rumah, bukankah wanita memakai kerudung atau jilbab yang menutupi kepalanya? Bagaimana saat dirumah? bukankah semua orang rumah sudah tahu kondisi wanita tersebut, maka apa yang patut disembunyikan?

An Nawawi menambahkan Al-Washilah (wanita yang menyambung rambut) adalah orang yang berprofesi menyambung rambut seorang wanita dengan rambut lainnya. Sedangkan al-Mustaushilah adalah wanita yang meminta orang lain menyambungkan rambutnya.

Jadi, Hadits ini secara tegas menunjukkan haramnya menyambung rambut, dan laknat untuk wanita yang menyambung rambut atau konsumen yang disambungkan rambutnya secara mutlak. Inilah pendapat yang kuat. (Syarh Shahih Muslim An-Nawawi, 14:103).

Mengapa Islam tidak membolehkan menanam atau memakai bulu mata palsu?

Ternyata, ahli medis menyatakan jika menanam bulu mata palsu memiliki risiko harus ditanggung oleh pemakainya, jika digunakan dalam waktu yang lama, yakni:

1. Kelopak mata akan terlihat lemah dan lelah, hal ini bisa terjadi karena sebenarnya Allah sudah mengukur seberapa kuat kelopak mata itu menanggung bulu mata. maka, jika seseorang menambahi dengan bulu mata lain yang berat, maka tentu beban kelopak mata akan lebih banyak.

2.  Mata mudah terserang infeksi. Fungsi bulu mata itu adalah penyaring debu serta mencegah bakteri agar tidak masuk ke mata, nah jika bulu mata palsu ditempelkan lem maka yang akan terjadi kotoran dan debu malah akan bersarang pada bulu mata palsu, akibatnya malah mudah terserang infeksi.

3. Bulu mata asli akan rontok. Hal ini terjadi karena saat akan mencabut bulu mata palsu yang ber lem, bulu mata asli bisa dengan mudah ikut tercabut.

4.  Mata bisa rusak. Mengapa demikian, karena pemakaian lem yang tidak hati-hati bisa masuk kedalam mata, dan jika itu terjadi dalam jangka waktu lama, maka akana mempengaruhi kesehatan mata.

Jadi selain mendapatkan cantik sesaat, wanita dengan risiko yang besar saat berdandan dengan menggunakan bulu mata palsu akhirnya akan merugikan wanita tersebut dalam jangka waktu lama.

Apa yang Allah dan RasulNya larang pastinya mengandung hikmah terbaik untuk wanita. Menjadi cantik bukan dengan cara seperti itu saja.

Hal-hal yang berbau topeng, tidak alamiah malah akan menjerumuskan wanita pada kemaksiatan, karena melupakan ajaran Rasulullah. Sedang  Islam sangat menghindari kerusakan, dan apa-apa yang menyebabkan kerusakan diri dan orang lain adalah hal yang dilarang.

“Tidak boleh melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain.” (HR. Ahmad, Ibn Majah, ad-Daruquthni, at-Thabrani dan yang lainnya. Al-Albani menilai hadis ini shahih).

Percayalah Allah sudah mengukur segala sesuatu dengan tepat untuk manusia. Untuk itu pertimbangkan kembali pemakaian bulu mata palsu dan wig, jika hanya sekedar untuk membanggakan diri, tapi lupakan laknat Allah.

Jika sudah terlanjur karena tidak mengerti mengenai hal ini, minta ampun pada Allah, semoga Allah mengampuni atas ketidak tahuan hukum Islam ini, InsyaAllah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *