Hukum Potong Rambut Bagi Wanita Muslim Haram?

Hukum Potong Rambut Bagi Wanita Muslim Haram?
Memotong rambut bagi wanita, sebenarnya sudah jamak dilakukan. Berbagai alasan tercetus mengapa wanita muslimah itu memutuskan potong rambut.

Alasan yang terbanyak adalah gerah, tidak bisa merawat rambut panjang, rambutnya rontok, apalagi kerap memakai jilbab, rambut bermasalah seperti ada ketombe, rambut tipis dan masih banyak lainnya.

Ada beberapa pertanyaan dari kaum wanita, sebenarnya hukum memotong rambut bagi wanita itu hukumnya seperti apa? Apakah boleh, makruh atau bahkan haram?

Ada beberapa hal perlu diperhatikan wanita jika ia memutuskan untuk memotong rambutnya di Salon. Inilah rambu-rambunya.

Baca juga : aturan make-up pake waterproof.

1. Niatkan potong rambut itu untuk kemaslahatan wanita sendiri.

Seperti menghindarkan gerah, menebalkan rambut, menghilangkan ketombe (pengobatan),  kutu atau alasan rambut rontok, bukan ingin riya’ atau memamerkan hasil potongannya pada orang lain, apalagi lawan  jenis yang bukan mahrom.

2. Wanita sebaiknya memangkas rambutnya ke Salon khusus wanita.

Apapun alasannya, jika bukan darurat sekali (seperti akan operasi), memotong rambut sebaiknya ke tempat yang syar’i. Selain nyaman dan aman, pangkas rambut di tempat khusus wanita menghindarkan diri dari percampuran lelaki dan wanita, juga fitnah.

Lalu, bagaimana hukum potong rambut itu sebenarnya?

Mari simak penuturan berikut ini:
1. Wanita jika ingin model potong rambut laki-laki atau ciri khas laki-laki maka hukumnya adalah haram dan berdosa.

Dalilnya, Rasulullah melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Termasuk disini, dandanan, model pakaian juga potongan rambutnya.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (HR. Bukhari)

2. Potongan rambut yang seperti potongan khas wanita kafir.

Yang seperti sekarang ini di model-model seperti dikerik habis rambut pinggirnya, atau dibiarkan separo memanjang, separuhnya lagi sangat pendek.

Atau di cat aneka warna-warni kemudian dibuat model aneh-aneh. Hal ini tidak menimbulkan kemaslahatan untuk yang bersangkutan, malah mendapat celaan dari Rasulullah, untuk itu berhati-hatilah para wanita yang meniru model wanita kafir tersebut!

“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (HR. Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani).

3. Potongan rambut yang wajar saja, meski bermodel, tapi tetap memenuhi kaidah syar’i. Jadi pertanyaannya, model wanita kafir itu seperti apa yang tidak diperbolehkan, karena pada senyatanya potongan rambut itu berkiblat pada Barat?

Tak dipungkiri kita harus bijak memahami hal ini, akulturasi budaya (termasuk model potongan rambut) tidak begitu saja bisa dihindarkan.

Jalan tengahnya, wanita mengambil sesuatu budaya (makanan, pakaian, potongan rambut dan lain sebagainya), selama tidak melenceng dari ketentuan syar’i, tidak berlebih-lebihan, tidak bersikap riya’ dan akan membuat sombong, dan masih dalam batas wajar, hal ini diperbolehkan.

Pun, dalam rangka memendekkan rambutnya, hukumnya boleh asal tidak mencukur habis rambutnya (kecuali darurat seperti operasi, pengobatan dan lain-lain)

“Wanita tidak boleh mencukur habis rambutnya tetapi boleh memendekkannya.” (Hadis shahih, riwayat Abu Zur’ah dalam Tarikh Dimsyaq 1/88 dan dishahihkan al-Albani dalamAsh-Shahihah, no. 605).

Untuk itu, kehati-hatian wanita dalam bertingkah laku, berhias, berpakaian, juga dalam hal memotong rambut memang perlu ditegaskan lagi. Semua yang dilarang pastilah ada hikmah di balik itu.Untuk menjadi wanita shalihah kita harus menaatinya.

Islam sangat menjaga harkat dan martabat wanita. Jika ia berlebih-lebihan dalam berdandan, dan mengikuti mode ala Barat tanpa mengindahkan segi agama, maka akan masuk pada jurang kemaksiatan, dan pertolongan Allah akan menjauh.

loading...
6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *