Batalkah Puasa Saat Mencicipi Masakan, Menggunakan obat Asma, Tetes Mata, Suntik Obat, Berkumur, dan Cairan Penyegar Mulut?

Batalkah puasa ketika mencicipi makanan

Puasa, adalah saat membahagiakan bagi kaum muslim sedunia untuk mendulang banyak pahala, membersihkan diri dari lumuran dosa-dosa dan sebagai ajang berbagi pada sesama yang mendapat reward berlipat dari Allah. Semua orang ingin mempersiapkan diri sebaik-baiknya, agar pahala puasa tidak musnah begitu saja, atau malah puasanya menjadi batal karena ketidak tahuan kita atas hukum-hukum Islam.

Hal-hal kecil namun seringkali mengganjal umat Islam, saat ada beberapa perbuatan, kondisi atau sengaja melakukan sesuatu yang berhubungan dengan memasukkan cairan kedalam tubuh saat puasa. Apakah hal ini akan membatalkan puasa, atau memang hukumnya boleh dengan batas-batas tertentu.

Pertanyaan sederhana yang sering disampaikan berhubungan dengan hukumnya mencicipi masakan, menggunakan obat Asma, tetes mata, suntik obat, berkumur dan cairan penyegar mulut saat puasa. Maka di saat menjelang Ramadhan yang tinggal hitung hari ini, kita simak penjelasan fikih sebagai berikut:

[icon name=”check-circle” class=”” unprefixed_class=””] Hukum mencicipi makanan.

Hukumnya boleh, jika ia berpuasa saat itu, tentulah harus meludah (mengeluarkan) makanan/kuah yang dicicipinya itu. (Syaikh Ibnu Utsaimin).

Mencicipi makanan untuk suatu kebutuhan. Jadi jika seseorang yang tengah berpuasa dan mempunyai keperluan untuk itu (koki, Ibu yang memasak dirumah, atau pekerjaannya sebagai tukang cicip makanan), maka diperbolehkan untuk mencicipi makanan saat puasa. Dengan cara seperti yang ditunjukkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin, yakni sedkit diujung lidah, dirasakan, kemudian diludahkan dan tidak ditelan.

Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah perkataan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu,

“Tidak mengapa mencicipi cuka atau makanan lainnya selama tidak masuk ke kerongkongan.” (HR. Bukhari secara mu’allaq).

[irp posts=”239″ name=”Bijak Melatih Anak Puasa Dengan Waspadai Tiga Hal yang Akibatnya Bisa Fatal Ini”]

[icon name=”check-circle” class=”” unprefixed_class=””] Menggunakan semprot asma

Orang yang mempunyai kebutuhan khusus terhadap obat asma, maka dia tidak perlu khawatir lagi karena pemakaian semprot asma hukumnya boleh, karena hal tersebut tidak sampai keperut hanya sampai kealat pernafasan (paru-paru) sehingga membuat penderita penyakit asma merasa lega kembali, dan hal ini bukan dimaknai makan dan minum. (Syaikh Ibnu Utsaimin).

[icon name=”check-circle” class=”” unprefixed_class=””] Penggunaan tetes mata

Adakalanya orang yang tengah berpuasa membutuhkan obat tetes mata, karena urusan kesehatan matanya. Maka hukumnya boleh dan tidak membatalkan puasa, namun jika merasakannya sampai ke tenggorokan, maka bila mengqadhanya merupakan tindakan berhati-hati, namun hal itu tidaklah wajib (Saikh Ibnu Baz)

[icon name=”check-circle” class=”” unprefixed_class=””] Suntikan obat

Orang yang sedang puasa tengah sakit, atau membutuhkan vaksin kedalam tubuhnya, dengan maksud pengobatan maka tidak membatalkan puasa, juga dengan menyuntikan obat penisilin melalui otot, paha dan pembuluh darah dan itu tak membatalkan puasa. (Syaikh Ibnu Baz).

Namun jika orang yang berpuasa itu tengah sakit, dan ia membutuhkan suntikan, namun tidak bisa langsung menyembuhkan sakitnya, maka disarankan untuk membatalkan puasa saja, daripada keadaannya semakin parah.

[icon name=”check-circle” class=”” unprefixed_class=””] Berkumur dan beristinsyaq (memasukkan air ke rongga hidung) 

Beberapa pertanyaan sederhana terkait dengan puasa salah satunya kebolehan untuk berkumur. Tentu jawabannya boleh. jawaban sederhananya adalah hal itu berhubungan dengan wudhu yang minimal dilakukan oleh muslim sehari lima kali. Namun terkadang, orang yang wudhu saat puasa tidak sadar saat puasa, karena terkadang hari yang terik aatau keperluan saat menggosok gigi hingga ia berlebih-lebihan.

Untuk itu, hukum berkumur dan beristinsyaq adalah diperbolehkan selama tidak  berlebih-lebihan, Jika sengaja menelan air dalam berkumur maka akan membatalkan puasa dan harus mengqadhanya pada waktu yang lain. (Abdullah bin Ibrahim al Jarullah)

[irp posts=”232″ name=”Tak Mau Rugi? Inilah 8 Tips Persiapan Puasa Bagi Muslimah!”]

[icon name=”check-circle” class=”” unprefixed_class=””] Menggunakan cairan penyegar mulut

Ada kalanya untuk suatu keperluan yang berhubungan dengan orang banyak, saat puasa menggunakan cairan penyegar mulut agar nafas menjadi tidak bau dan segar. Maka hukumnya  adalah boleh dan  tidak menjadi masalah, namun harus hati-hati agar tidak sampai masuk ke rongga mulutnya. Jika tertelan namun tak sengaja maka tidak membatalkan puasa. (Syaikh Ibnu Utsaimin)

Demikian pengetahuan fikih sederhana ini semoga bermanfaat. Satu hal yang sebenarnya dipegang oleh orang yang tengah berpuasa. Meskipun suatu saat kedapatan menelan makanan atau minuman kala berpuasa tanpa adanya unsur kesengajaan, maka hal itu tidak mengapa, tidak membatalkan puasa, tidak wajib mengqadha-nya dan dianjurkan langsung melanjutkan puasanya. Hal ini terkait sabda Rasulullah SAW:

“Siapa saja yang lupa ketika puasa kemudian makan atau minum maka hendaknya dia sempurnakan puasanya, karena Allah telah memberinya makan atau minum.” (HR Bukhari dan Muslim) .

Referensi:

Candra Nila Murti Dewojati, 2012, 202 Tanya jawab Fikih Wanita, Al Maghfirah, Jakarta

 

loading...
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *