Untuk Para Suami, 6 Hal ini Harus Diperhatikan Jika Memutuskan Poligami

Untuk Para Suami, 6 Hal ini Harus diperhatikan Jika Memutuskan Poligami
Islam adalah agama yang paling mengerti kebutuhan manusia. Dalam banyak aspek membahas hukum secara menyeluruh, seperti waris, muamalah, pidana perdata Islam, munakahat, siyasah, falak dan banyak lainnya.

Pun, dalam pernikahan, Islam tidak memungkiri jika secara naluriah lelaki tidak hanya cukup dengan satu istri saja, karena memang kepentingan untuk itu setiap lelaki memang berbeda.

Jika kemungkinan untuk hal ini tertutup, bisa dibayangkan kemaksiatan dan perzinahan bisa lebih merajalela.

“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (QS. An-Nisa’: 3).

Namun, apakah keputusan untuk berpoligami ini sudah tepat untuk beberapa pihak yang ikut serta didalamnya, seperti anak-anak yang lahir, keadilan dengan istri-istri lain, keadaan sosial ekonomi dan masih banyak lagi lainnya.

Tidak hanya kesiapan mental bagi para pihak yang terkait dalam poligami seorang suami itu, namun ada beberapa hal terkait yang terkadang tidak terlalu difikirkan oleh para suami.

Untuk Para Suami, Beberapa hal ini harus diperhatikan jika memutuskan Poligami:

1. Menerapkan adil, bisakah?

Beberapa tulisan mengenai pro kontra poligami terkadang mengulas ayat yang sama, kemudian meninjau dari sudut pandang masing-masing.

Namun sebenarnya, ayat dan hadis mengenai “adil” itu memang harus ditekankan benar. Mengapa? Satu masalah kecil yang membesar bisa berawal dari ketidak adilan dari seseorang pada orang lain.

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(An Nisa: 129)

Menjadi seseorang yang adil bukan hal yang mudah, maka Islam menekankan hal tersebut. Pernikahan bukan hal kecil, mudah dan bisa sambil lalu dijalani. namun penuh konsekuenssi.

Bukan hanya masalah adil terhadap para istri, namun juga dalam memperlakukan anak-anak bukan masalah yang mudah.

Satu istri saja bukan perkara mudah untuk meneguhkan langkah, apalagi dua, tiga atau empat. Perlu lelaki istimewa untuk melakukan hal ini.

2. Komitmen untuk menyejahterakan mereka!

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”(QS.An Nisa :9. )

Para Suami, jangan hanya niat dan berkeinginan untuk menikah lebih dari satu hanya dengan alasan sederhana, yakni kebolehan dari Islam, namun sudahkah Anda memiliki tanggungjawab untuk menyejahterakan mereka? anak dan istri dalam tanggungan Anda?

3. Mampu memberikan warisan berupa harta dan ilmu

Jangan takut menjadi kaya, karena dengan kekayaan Anda mampu menyejahterakan keturunan dan anak Anda juga banyak bersedekah. Meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, apalagi menanggung beberapa istri adalah ‘musibah’.

Jika mampu berbuat banyak dan berupaya keras menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab, lakukanlah!

“… dan sepertiga itu pun sudah banyak. Sesungguhnya, jika engkau tinggalkan pewaris-pewarismu dalam keadaan mampu, lebih baik daripada mereka dalam keadaan melarat, menadahkan telapak tangan kepada sesama manusia.” (HR. Bukhari Muslim).

Bagaimana dengan ilmu? Para Suami yang berkeinginan berpoligami memang hendaklah orang yang cerdas, berilmu yang kelak bisa membekali keluarga dengan ilmu dunia-akherat, juga ilmu kehidupan!.

4. Sanggup menjadi imam bagi keluarga besar!

Imam dalam arti sebenarnya, yakni mampu mengimami sholat, maupun menjadi pemimpin dalam rumahtangga yang mumpuni.

Permasalahan keluarga dalam hal ini dalam keadaan poligami, akan lebih kompleks dari keluarga biasa, maka para suami ini harus menjadi pribadi tangguh, kuat dan mampu menjadi panutan keluarga.

5. Jika ada permasalahan, mampu menyelesaikan dengan cepat.

Mengapa demikian? karena permasalahan dalam keluarga ini akan lebih berwarna dari keluarga kebanyakan. Jika satu masalah kecil saja didiamkan berlarut-larut dan menumpuk, maka akan mempengaruhi kestabilan rumahtangga secara keseluruhan. Ingat, meski anak-anak bisa sedarah, namun mereka berlainan ibu hingga bisa rawan perpecahan, rawan saling finah atau menjatuhkan satu sama lain.

6. Mampu mengantar keluarga dalam Jannah!

Tunjukkan bukan hanya sekedar keinginan pribadi untuk sekedar meluapkan hasrat saat lelaki memutuskan untuk berpoligami, namun lebih dari itu yakni cita-cita untuk membawa keluarga dalam jannah, surga dengan hidup Islami sesuai dengan syariat Allah dan RasulNya.

Untuk itu para suami, berfikirlah jauh kedepan jika Anda memutuskan untuk berpoligami. Bukan hanya sesaat Anda masih hidup saja, karenanya kehidupan anak-anak dan istri dalam tanggungan akan berjalan terus walau Anda sudah wafat.

Sudahkah dengan bijak membekali mereka dengan 6 hal diatas?

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *