Mana yang Afdhol, Shalat Tarawih Tiap 2 Rakaat Salam Atau 4 Rakaat Salam?

Shalat Tarawih empat rakaat salam

 

Salah satu ibadah yang pahalanya melimpah di bulan Ramadhan adalah mengerjakan shalat Tarawih di malam hari.

Meski mengerjakan ibadah yang sama, namun sebagian besar orang masih juga menanyakan beberapa hal, salah satunya adalah mana yang lebih afdhol, mengerjakan tiap 2 rakaat salam, atau 4 rakaat sekali salam?

Pada artikel kali ini, ditampilkan secara seimbang, pendapat mengenai hal tersebut hal tersebut di atas, hingga bisa menganggapi hal ini dengan bijak.

Poin-poin mengenai hal tersebut adalah:

1. Hadits yang membahas mengenai shalat Tarawih  4 Rakaat, kemudian 4 rakaat lagi.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat 4 raka’at, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya. Kemudian beliau melaksanakan shalat 4 raka’at lagi, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya.”

Dari hadits ini tidak ada keterangan lain, hingga bisa bisa dimaknai setiap 4 rakaat satu salam.

2. Shalat Tarawih dua rakaat dengan satu salam

Para pakar fikih menyatakan jika shalat tarawih dilakukan dengan salam tiap dua rakaat.

Karena berpendapat jika shalat tarawih termasuk shalat malam, sedang shalat malam itu dilakukan dengan dua rakaat satu salam, dua rakaat satu salam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at.”

3. Menurut Ibnu Baththol

Ibnu Baththol mengatakan terkait maksud perkataan Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat empat raka’at dan janganlah ditanyakan bagus lagi panjangnya, kemudian beliau mengerjakan shalat empat raka’at lagi, lalu beliau kerjakan tiga raka’at. Maka hal ini sudah dijelaskan ketika kami membahas masalah witir, yaitu dalam hadits lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Shalat malam itu dua raka’at salam dua raka’at salam”.

Hadits kedua ini menafsirkan dan menjadi penegas bagi hadits yang masih bersifat mujmal (global). Dan telah ada keterangan lain dalam jalur hadits lainnya, diriwayatkan dari Abu Dzi’b, dari Ibnu Syihab, dari ‘Aisyah, beliau berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam sebanyak 11 raka’at dan sudah termasuk witir dan beliau salam setiap dua raka’at.”

4. Sebagian ulama ada yang menjelaskan berbeda yakni:

Sebagian ulama ada yang mengatakan maksud ‘Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat empat raka’at salam, empat raka’at salam, yaitu beliau biasa tidur sebentar ketika menyelesaikan empat raka’at, lalu beliau melaksanakan shalat lagi setelah tidur sesaat.

Setelah itu beliau tidur lagi barang sesaat, kemudian beliau berdiri lagi dan melanjutkan dengan witir tiga raka’at. Yang beralasan seperti ini berdalil dengan hadits Al Laits, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari Ya’la, dari Ummu Salamah, bahwa beliau mensifati shalat malam dan bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu,

“Beliau shalat kemudian beliau tidur selama waktu ia shalat tadi. Kemudian beliau shalat lagi selama waktu ia tidur tadi. Lalu beliau tidur kembali selama waktu beliau shalat. Lalu beliau berdiri untuk melaksanakan witir.”

Melengkapi pernyataan Ibnu Baththol di atas, yang dimaksudkan oleh ‘Aisyah dijelaskan pula dalam riwayat Muslim bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat antara shalat ‘Isya’ (biasa disebut ‘atamah) dan shalat Shubuh sebanyak 11 raka’at. Beliau salam setiap dua raka’at dan berwitir dengan satu raka’at.”

Penjelasan di atas dengan sangat jelas menerangkan bahwa shalat malam yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah setiap dua raka’at salam.

5. Perbedaan ulama mengenai Apakah boleh shalat tarawih tidak salam setiap dua rakaat?

– Ulama Hanafiah, sah jika seorang mengerjakan shalat tarawih langsung seluruhnya hanya sekali salam. Meski menurut Muhammad salah seorang ulama besar Hanafiyah  menyatakan shalatnya tidak sah, sedang menurut Abu Yusuf shalatnya tetap sah.

Dari sini bisa ditarik kesimpulan satu madzab saja sudah terjadi perbedaan pendapat, dan Islam menghargai itu, asal mempunyai dasar-dasar sendiri yang kuat.

– Ulama Malikiyah menyatakan sunah bagi yang jalankan shalat tarawih setiap dua rakaat satu salam. makruh jika empat rakaat satu salam, dan yang afdol dua rakaat sekali salam.

– Ulama Syafi’iyah mengatakan jika shalat tarawih dengan empat rakaat sekali salam, maka shalatnya tidak sah, dan shalatnya batal jika sengaja melakukan dan mengetahui hal itu.

Jika tidak batal, minimal yang ia kerjakan hanyalah shalat sunah mutlak. Bisa dikatakan seperti ini karena shalat tarawih mirip dengan shalat fardhu karena dilaksanakan umumnya secara berjamaah, maka seharusnya menurutnya tidak berubah sesuai yang diajarkan.

– Ulama Hanabilah tak mempunyai pendapat mengenai hal ini.

6. Ada pendapat pertengahan, semoga ini bisa menjawab dan merangkum beberapa pendapat diatas.

Ulama besar Syafi’iyah, An Nawawi ketika menjelaskan hadits “shalat sunnah malam dan siang itu dua raka’at, dua raka’at”, beliau rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud hadits ini bahwa yang lebih afdhol adalah mengerjakan shalat dengan setiap dua raka’at salam baik dalam shalat sunnah di malam atau siang hari. Di sini disunnahkan untuk salam setiap dua raka’at. Namun jika menggabungkan seluruh raka’at yang ada dengan sekali salam atau mengerjakan shalat sunnah dengan satu raka’at saja, maka itu dibolehkan menurut kami.”

7. Muhammad Abduh Tuasikal menyatakan jika mengerjakan shalat tarawih plus witir, 11 rakaat maka lebih bagus polanya 2-2-2-2-3.

Untuk witir bisa dilakukan dengan 2 rakaat salam plus satu rakaat salam, atau 3 rakaat sekaligus lalu salam.

Semoga penjelasan di atas membuat keragu-raguan menjadi sirna, dan dapat mengerjakan ibadah dengan lebih khusuk lagi. InsyaAllah.

Referensi:
Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, cetakan ketiga, 1392, 6/30.

loading...
5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *