Ingin Menolak Kemauan Anak? Simak Cara Cerdas Mengatasinya!

Ingin Menolak Kemauan Anak? Simak Cara Cerdas Mengatasinya!

Semua orangtua ingin membahagiakan anaknya. Salah satu bentuk kebahagiaannya adalah menuruti kemauan anak.

Namun adakalanya kemauan anak berlebihan, tidak melihat sikon, mahal harganya  bahkan tidak masuk akal.

Memang tidak semua kemauan anak harus dituruti orangtua. Karena bisa jadi keinginannya itu malah menjerumuskan pada hal negatif, seperti membeli gadget mahal (menimbulkan konserisme dan malas belajar dan beribadah), hape keluaran terbaru dengan harga tinggi, atau pergi ke suatu tempat yang tidak bisa dijangkau di karenakan biaya, situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan.

Menuruti semua keinginan anak, bisa membuat anak manja, tidak mandiri dan tidak mau tahu kesulitan orangtua. Namun menolak semua keinginan anak yang sebenarnya bisa dijangkau orangtua karena menyangkut hal positif, semisal membeli peralatan sekolah atau buku-buku, pergi ke museum atau piknik ke pantai adalah tidak bijak.

Lalu, bagaimana jika semisal anak meminta sesuatu yang besar, mahal bahkan tidak masuk akal yang tidak bisa dikabulkan orang tua?

Jawabannya adalah memang dibutuhkan  kecerdasan orangtua untuk menyikapinya, dan simaklah 7 cara berikut ini:

1. Alihkan pada barang lain yang lebih terjangkau.

Semisal anak meminta dibelikan sepatu dengan harga mahal dan tak terjangkau, maka orangtua harus kreatif memilihkan alternatif lain, yang lebih terlihat bagus dari segi model, warna,  atau bentuk sembari menyatakan jika itu lebih cocok untuk anak.

2. Ajari anak berpikir alternatif.

Sekecil apapun dia? Memang seharusnya demikian. Pembiasaan seperti ini akhirnya akan mengajarkan anak, selalu ada plan A, B, bahkan C untuk semua urusan. Jika hari ini tidak bisa jalan-jalan ke suatu tempat dijanjikan karena berbagai alasan, maka bisa diganti lain, atau tempat diubah lebih dekat, bahkan diganti semisal berkebun, mengerjakan kreativitas lain di rumah dan lain sebagainya.

3. Terus terang dengan keuangan keluarga.

Bahkan, anak sesekali dilihatkan isi dompet orang tuanya, kala benar-benar dalam situasi sulit. Jangan dibiasakan anak saat dia merasa tak mau tahu, karena akan berimbas saat ia besar. Menghargai uang, jerih payah orangtua dan bersama-sama ikut serta tanggungjawab dengan keuangan keluarga.

4. Komunikasi intens dan terbuka dengan anak.

Jangan salah, anak meski masih batita, sebenarnya ia bisa diajak komunikasi. Cara ini jika dilakukan secara rutin akan menumbuhkan saling pengertian. Ungkapkan perasaan Anda pada anak jika tidak bisa selalu menuruti keinginan bukan berarti tidak mau, namun memang situasi dan kondisi yang belum memungkinkan.

5. Jangan biasakan janji palsu!

Hati-hati dengan janji pada anak. Sekali-dua kali jika Anda mengingkari janji yang dibuat sendiri mungkin tidak mengapa, namun jika sudah berkali-kali, kondisinya jadi tidak baik. Anak secara langsung diajari untuk tidak menepati janji.

Maka, penuhilah janjimu!

6. Biasakan tidak gagu meminta maaf pada anak.

Jangan segan melakukan hal ini pada anak. Jika dia tidak nyaman berhubungan dengan ketidakbisaan memenuhi keinginan mereka, maka meminta maaflah pada anak. Lakukan sembari memberikan alternatif lain, atau memperbaharui janji dan suatu hari memang Anda tepati. Cara ini akan memberi panutan pada mereka secara langsung.

7. Ajarilah berterimakasih saat ia mendapatkan yang diinginkan.

Kata ajaib ini memang luarbiasa, karena anak diajari bersyukur dan menghargai upaya dan usaha orang lain untuknya. Sangat terlihat perbedaan jika dalam keluarga tidak mengajari hal ini pada anak, saat ia diberi sesuatu oleh orang lain, dia terlihat tidak menghargainya.

Semoga kita bisa berbijak dalam menuruti keinginan anak, dengan 7 cara di atas. Karena sejatinya Andalah yang berperan membentuk kepribadian anak.

loading...
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *