Pengin Kaya, Tempuh 11 Langkah Menjadi Kaya Ala Islam Ini!

11 cara menjadi kaya dalam Islam

Menjadi kaya dalam Islam

Siapa yang tidak ingin kaya? Hampir seluruh manusia di dunia ini selalu menginginkan berkecukupan didalam hidupnya, punya banyak rezeki yang mengalir, tersedia makan, sandang, papan dan kendaraan yang bisa membuat nyaman.

Bisa bekunjung kemanapun yang diinginkan tanpa terkendala biaya. Sangat manusiawi, keinginan itu. Bahkan Rasulullah selalu mendorong umatnya menjadi kaya.

Agar dengan kekayaan itu, terhindar dari kefakiran dan kefukuran, bisa bersedekah yang banyak dan menolong agama dan umat Islam lainnya dalam keadaan kekurangan.

Menjadi kaya bukan keniscayaan, dalam sejarah  banyak para sahabat, khalifah bahkan istri Rasulullah sendiri, Siti Khadijah, adalah saudagar yang kaya raya. Bagaimana dengan Umar Ra? sebelum masuk Islam beliau sudah kaya raya dan dari kalangan terhormat.

Belum lagi Utsman bin Affan, yang sejatinya mempunyai kekayaan dan asset yang tetap masih dilihat sampai saat ini. Dan masih banyak contohnya. Kekayaan mereka memang terpusat untuk dakwah Islam, dan nyatanya Allah selalu memberi gantinya berupa pahala yang tumpah ruah untuknya.

Lalu, bisakah sebenarnya kita jadi kaya? Tentu saja, untuk itu cermati 11 Langkah menjadi kaya ala Islam berikut ini:

1. Luruskan niat, bulatkan tekad

Niat akan menghantarkan kemanapun seseorang itu berlabuh. Tidak ada tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Berniatlah, insyaAllah Anda akan mendapatkannya.

Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist:
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.” (HR Bukhari Muslim).

2. Mengapa diam di tempat, jika bisa berjalan bahkan berlari?

Bahkan, burungpun diberi rezeki sama Allah, saat ia berusaha terbang kesana kemari untuk mendapatkan makanannya.

Bagaimana dengan manusia yang diberi akal pikiran dan tenaga juga akal budi melebihi burung?

Lakukan sebisanya untuk mendapatkan kekayaan itu. Jika hanya berfikir dan berangan-angan tanpa bertindak, itu tak ubahnya manusia malas. Allah tidak menyukai kemalasan, karena kemalasan sangat dekat dengan kemiskinan, kurangnya harta dan kekufuran!

3. Miliki ilmunya.

Apa saja mempunyai ilmu. Pelajarilah! banyak tanya, bisa pula hanya coba-coba sambil melihat contoh di internet, buku atau bahkan ikut kursus.

Ilmu memang tidak hanya didapat di bangku sekolah, namun memiliki ilmu itu perlu, sebab dengan ilmu semua pekerjaan lebih mudah dikerjakan, lebih mendapatkan hasil, lebih kreatif dan inovatif, lebih berdaya guna dan mendapatkan kekayaan.

Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan (cahaya) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang. (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah)

Imam Syafi’i berkata: “Barangsiapa menginginkan sukses dunia hendaklah diraihnya dengan ilmu dan barangsiapa menghendaki sukses akherat hendaklah diraihnya dengan ilmu, barangsiapa ingin sukses dunia akherat hendaklah diraih dengan ilmu”

4. Mendoakan saudaranya dengan sembunyi-sembunyi.

Mengapa bisa demikian? Rahasia ini terkuak dengan sabda Rasulullah:

Dari Abu Darda ra bahwasannya ia mendengar Rosululloh SAW bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: Dan untuk kamu pula seperti itu”. (HR. Muslim).

Jadi, doa sembunyi untuk saudara tentang kebajikan, kesuksesan dan kekayaan laksana kita sedang menabur benih kebajikan yang nantinya akan kita tuai yang lebih baik lagi.

5. Berubahlah!

Jika dengan strategi itu-itu saja, jualan hanya itu-itu juga, bekerja hanya satu macam saja tidak menghasilkan, maka cobalah untuk berubah mencari cara, inovasi, dan kerahkan pemikiran untuk sesuatu yang baru. Ingat Allah berfirman:

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya.” (QS Ar-Ra’d:11).

6. Silaturahmi

Berkunjung ke sanak saudara, teman bahkan seseorang yang sebelumnya belum pernah bertemu adalah hal yang positif. Selain membawa kegembiraan, saling bertukar pikiran dan memberikan aura yang baik, silaturahmi akan membuka wawasan lain tentang rezeki.

Terkadang hanya dari wawasan mereka memandang kehidupan, ketidak kenal menyerah saat bangkrut atau bagaimana cara mereka mencari peuang, bahkan membuka ide atau peluang untuk anda!

Maka sebaiknya, programkan silaturahmi ini secara berkala, dan lihat perubahan yang terjadi pada usaha Anda.

“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” (HR Muslim)

7. Tak kenal menyerah, jika terpuruk.

Bangkrut, atau tidak berhasil saat mencoba yang baru, atau mencoba bertahan memulai usaha, itu sudah biasa. Anda bukan satu-satunya orang yang mengalaminya.

Orang sukses, biasanya berawal dari kegagalan, yang akhirnya akan membimbing pada keberhasilan. Seperti janji Allah dalam surat Al Insyirah, selalu ada kemudahan dibalik kesukaran.

8. Selalu Bersyukur.

Terkadang satu hal mudah ini sering dilupakan oleh seseorang ketika berhasil, bahkan bersyukur itu hendaknya pada semua keadaan baik sedang sedih, terlebih sedang diberi limpahan rezeki.

Mengapa bersyukur saat sedih? karena pada dasarnya ada hikmah terbaik dari Allah atas apapun yang menimpa manusia. Selain itu, jika manusia pandai bersyukur maka Allah akan menambah nikmat.

“Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih” (QS Ibrahim: 7)

9. Berdoa

Cara mengingat Allah yang termudah dan termurah sebenarnya hanya dengan berdoa. Selain membawa ketenangan hati, doa merupakan wujud keinginan kita pada Sang Pemilik Kehidupan.

Allah adalah pengabul doa bagi yang sungguh-sungguh memintanya.
Janji Allah adalah dekat:

Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang-orang yang memohon kepada-Ku. Maka bermohonlah kepada-Ku dan berimanlah kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Q.S Al-Baqarah :186).

Bahkan Rasulullah menambahkan dalam HR Turmudzi dan Hakim, jika doa akan membukan pintu-pintu rahmat, tentu hal ini berkaitan dengan pintu rezeki pula.

10. Tawakal

Cara berserah diri pada Allah setelah melakukan suatu usaha,upaya keras untuk mencari rezeki dan berdoa adalah bertawakal. Cukup kepada Allah-lah manusia bersandar teentang segalanya yang telah dilakukannya.

Ternyata tawakal ini sangat mujarab untuk membukan pintu rezeki selebar-lebarnya.

Dari Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-sebenarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada seekor burung yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi).

11. Perbanyak sedekah.

Apakah memberikan seseorang itu akan mengurangi sesuatu? Ya, secara teknis. Namun hitungan Allah tidak demikian. Ada kasih sayang dalam sedekah, ada rasa cinta pada Allah dalam sedekah. Allah akan melipat gandakan sedekah yang dikeluarkan. Tak ada rumus menjadi miskin dengan sedekah, karena sedekah pada dasarnya akan membuatmu kaya!

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah: 261)

Semoga manfaat dan menginspirasi!

loading...
5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *