Pakaian Wanita Terkena Najis, Bagaimana Cara Bersihkannya?

Pakaian Wanita Terkena Najis, Bagaimana Cara Bersihkannya?

Pakaian wanita yang ngetren saat ini adalah rok yang menjuntai menutupi kaki. Sehingga tidak heran saat berjalan, rok wanita terlihat menyapu lantai.

Padahal tidak semua tempat yang didatangi wanita itu terbebas dari najis. Banyak mereka yang bertanya-tanya saat akan mengerjakan shalat, apakah ujung rok mereka terbebas dari najis? Bagaimana pula cara membersihkannya?

Hukumnya sama dengan ketentuan hukum pada hal sandal yang menyentuh najis. Yakni saat sandal menyentuh najis, maka sandal tersebut digosok-gosokkan ke tanah kering yang dapat menyucikan. Mmaka hal tersebut telah menyucikan najis itu. (Syaikh Muhammad bin Ibrahim).

Namun, ada hal yang patut dicermati oleh wanita terkait pakaian yang terkena najis.

Berikut ini beberapa pendapat mengenai pakaian wanita yang terkena najis:

  1. Hadits yang menunjukan cara penyucian ujung pakaian itu terlihat dari kisah Ummu Salamah. Ia bertanya kepada Rasulullah SAW perihal najis yang menimpa ujung pakaian bagian bawah. Bagaimana cara menyucikannya? Rasul menjawab, “Cukup suci dengan debu (kering) lainnya).”
  2. Jika ujung bagian bawah baju terkena gesekan najis di pelataran lalu terseret dan tercampur dengan tanah atau debu lain di tempat berbeda, maka dianggap suci dengan sendirinya, karena dianggap gesekan antar debu dan najis. Hal ini disebut kondisi mafu anhu atau dispensasi. (Syaikh ad-Dahwlawi)
  3. Namun ada yang berpendapat jika najis itu melebihi takaran besarnya  uang dirham maka harus disucikan dengan cara mencucinya, ini dikuatkan oleh Anu Hanifah. (Imam Muhammad bin al-Hasan)
  4. Cara menyucikan baju yang terkena najis dengan dicuci dengan air yang suci, tidak cukup memerciknya, namun harus dikucek, dibilas dan diperas, namun jika najis berasal dari kotoran babi atau anjing maka menyucinya sebanyak 7 kali salah satunya dengan tanah, dan ulama masa kini ada yang mengatakan salah satunya dengan sabun. (Prof  Abdul Karim Zaidan).

Dari sini sudah bisa pilih dan pilah apa yang harus dilakukan saat menyikapi najis pada pakaian yang dikenakan. Hukum telah digelar, dan ada dalilnya yang menguatkan, maka bisa dipilih yang merupakan keyakinan.

Referensi:
– Khalid al Husainan, Fikih Wanita, Darul Haq, Jakarta, tahun 2011
– Candra Nila Murti Dewojati, 202 Tanya Jawab Fikih Wanita, Al Maghfirah, 2013

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *