Cara Gampang Menulis Kisah Inspiratif

 Cara Gampang Menulis Kisah Inspiratif

 

Gampangnya menangkap ide menulis, bisa kita kembangkan dengan menulis kisah-kisah inspiratif. Sebab, kisah termasuk jenis tulisan yang banyak disukai pembaca.

Saya termasuk penulis yang berawal dari kisah inspiratif, kemudian bisa ‘kemana-mana’. Bisa menulis buku non fiksi, buku sejarah, Storycake sampai menjajal cerita anak.

Pada dasarnya semua orang bisa menulis kisah inspiratif. Hanya saja, jika tidak dilatih, akan kaku bahkan menuliskan hal yang sama berulang sampai endingnya tidak bagus.

Beberapa cara gampang berikut ini, yang bisa dilakukan penulis pemula untuk mencoba menulis kisah inspiratif.

1. Tentukan tema.

Jika ingin hanya menuliskan semisal tentang kisah pertobatan, maka hanya itu yang Anda eksplorasi, jangan kemana-mana. Apabila tidak fokus, kisah inspiratif tidak akan menarik.

2. Batasi halaman.

Tulisan yang panjang kali lebar akan membuat Anda tidak bisa menulis dengan baik kisah yang ingin disampaikan, dan membuat pembaca lelah.

Perlu kecerdasan tersendiri saat ingin merangkai kisah yang super panjang menjadi hanya 3-4 halaman saja.

3. Satu paragraf maksimal hanya 5-6 baris saja.

Saat saya menyeleksi kisah inspiratif untuk dijadikan satu buku Storycake, kebanyakan penulis pemula tidak memperhatikan hal ini. Bahkan terkadang satu halaman hanya mempunyai dua paragraf saja. Selain membacanya menjadi lelah, kisah Anda menjadi membosankan.

4. Jika perlu buat kerangka isi tulisan Anda

Semisal pembukaan menceritakan tentang diri sendiri, kemudian menceritakan awal kisah, konflik, penyelesaian masalah sampai ada hikmah yang bisa dipetik. Kerangka isi ini akan membantu tulisan Anda agar tidak melebar kemana-mana.

5. Ingat, paragraf awal menentukan pembaca mau meneruskan membaca.

Terkadang, perlu pemikiran keras kalimat awal yang harus dipakai. Saya sering memberi kalimat pembuka dengan percakapan pendek, atau kalimat ‘bombastis’, yang akan membuat pembaca ingin tahu kelanjutan ceritanya.

6. Pemilihan judul, luarbiasa penting.

Perlu browsing, tanya teman, improvisasi, banyak baca kisah inspiratif, atau paling tidak beli buku Storycake, dan pelajari pemilihan judul dan alurnya. Jika Anda memilih judul salah, atau biasa-biasa saja padahal kisahnya bagus, tak jarang orang malas baca.

7. Beri pemanis.

Anda suka puisi? berilah puisi pendek, atau quote seseorang dibawah judul. Biasanya trik seperti ini berhasil menarik pembaca.

8. Baca kembali!

Saat jadi PJ Storycake sering kali saya bertanya pada para penulis yang saya seleksi kisahnya. “Sudahkah Anda membaca lagi tulisan Anda?”, karena saat hasilnya berantakan, tak masuk akal, diulang-ulang sampai berkali-kali. Jelas ini sangat fatal, jika Anda ikut kompetisi menulis kisah inspiratif.

9. Ending harus istimewa.

Pembukaan bagus, awal lancar, saat tak membekas apa-apa pada beberapa paragraf akhir, bahkan pembaca tidak bisa membawa ibrah alias hikmah kisah inspiratif Anda, maka bisa dikatakan gagal.

Mengapa? Karena tidak berghasil menginspirasi orang lain.
Itulah beberapa hal bisa Anda lakukan saat ingin menulis kisah inspiratif.

Moga manfaat, dan selalu nantikan tips nulis dari saya ya… .

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *