9 Langkah Cegah Kekerasan Seksual Anak Sejak Dini

Upaya tepat antisipasi kekerasan seksual pada putra-putri kita sedini mungkin

Tips aman mencegah kekerasan seksual anak

Akhir-akhir ini sangat memprihatinkan berita mengenai kekerasan seksual pada anak. Bukan hanya pada anak perempuan saja, anak-anak lelakipun sekarang juga menjadi target pedhofilia, orang-orang yang mempunyai kelainan seksual pada anak-anak.

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari menipisnya akhlak masyarakat, nihilnya kepedulian mereka terhadap kemerosotan moral, penggunaan gadget dan informasi dunia maya yang tidak terkontrol oleh orangtua, sampai dengan tingkat pendidikan dan ekonomi rendah mempengaruhi kejahatan seksual pada anak terjadi.

Belum lagi hal ini diperparah oleh naungan hukum di Indonesia yang masih begitu rendah.

Belum lama kejahatan berjamaah dari segerombolan anak-anak remaja dan ada yang di bawah umur yang dilakukan pada anak perempuan di bawah umur, hanya diganjar 10 tahun penjara, padahal anak itu sampai meninggal!

Baca juga: Tips mengasuh anak yang susah diatur.

Belum lagi berita miris lainnya yang hampir setiap hari kita lihat dan dengar. Lalu, bagaimana cara kita bisa lindungi buah hati agar terhindar dari kejahatan seksual tersebut?

Simak 9 Langkah Cegah Kekerasan Seksual Anak Sejak Dini berikut ini:

1. Mengenalkan pada anak mengenai batasan-batasan aurat.

Hal ini berlaku pula pada anak lelaki maupun perempuan. Sebaiknya sedini mungkin anak diberi pengetahuan mengenai tubuh dan fungsi tubuhnya sesuai dengan perkembangan usia.

Katakanlah, bagian-bagian aurat tidak boleh disentuh oleh siapapun, kecuali orangtua, dokter yang direkomendasikan oleh orangtua, namun untuk guru, oranglain (sebagai penolong) dalam keadaan darurat (kecelakaan atau musibah) baru diperbolehkan.

2. Akibat yang ditimbulkan jika batasan-batasan aurat itu dilanggar

Jangan hanya sekali saja untuk mengenalkan anak mengenai batasan-batasan aurat ini, ingatkan secara periodik, sembari akibat-akibat yang ditimbulkan jika hal itu dilanggar.

Tentu dengan bijak, sesuai dengan usia dan bukan bermaksud menakut-nakuti atau mengancam. Anak agar waspada sampai ia dewasa dan bisa punya pengetahuan apabila ada yang akan bersikap buruk padanya

3. Waspada terhadap orang terdekat!

Tak bisa dipungkiri saat ini, orang-orang terdekatlah sekarang yang bisa leluasa dan tega melakukan hal kekerasan seksual pada anak, padahal mereka seharuasnya sebagai pihak yang melindungi.

Orang terdekat itu bisa paman, tetangga, ayah tiri bahkan gurunya sendiri. Waspada disini bukan bermaksud mencurigai namun sebagai pertahanan dan penjagaan terhadap anak (baik lelaki maupun perempuan), agar mereka tidak dengan leluasa tanpa batas bermain dengan anak-anak kita.

4. Hati-hati membiarkan anak pergi atau berjalan sendiri.

Bukan bermaksud melarang atau membatasi secara ketat anak, namun memang kecenderungan anak yang berjalan sendiri pada lingkungan tertentu akan lebih riskan mengundang bahaya kejahatan seksual.

5. Dampingi anak saat di toilet umum

Sekarang ini toilet umum adalah salah satu tempat yang sangat rawan terjadinya kejahatan, entah pencurian, penjambretan, kejahatan seksual sampai pembunuhan.

Walau di sekitar Mall, pasar, stasiun, Bandara dan lain sebagainya, upayakan dampingi anak.

6. Ajarkan anak untuk tidak diam saja saat kejahatan dinilai akan terjadi.

Anak diajarkan berani untuk melawan dengan kekuatannya, semisal mendorong, berteriak, berlari, melaporkan kejadian yang menimpanya.

Ada sebuah kisah menarik di Amerika saat orangtua mengajarkan pada anaknya untuk ‘melawan’ saat ia mendapatkan kekerasan seksual atau korban penculikan, yakni dengan berteriak, membuat gaduh, dan berlari sekencang-kencangnya.

Dan ternyata hal demikian kebetulan benar-benar menimpa anak mereka, yang akhirnya selamat setelah menuruti nasehat orangtuanya padahal sudah disekap di dalam mobil.

7. Ajarkan anak untuk tidak langsung percaya pada orang yang belum dikenal.

Hal ini memang perlu, karena jika ada modus orang tak dikenal di pinggir jalan meminta anak untuk menunjukkan salah satu tempat tertentu akan sangat berisiko terjadinya kejahatan seksual pada anak.

8. Batasi penggunaan Gadget dan internet secara bijak.

Salah satu dampak negatif dari kecanggihan teknologi salah satunya adalah anak dengan mudahnya membuka situs porno. Dalam hal ini anak bisa menjadi pelaku sekaligus mudah dijerumuskan ke dalam kejahatan seksual setelah terbiasa menonton tayangan yang sangat tidak mendidik.

9. Peran Orangtua, guru, aparat masyarakat dan alim ulama juga pemerintah adalah utama!

Jangan hanya menyalahkan pelaku saja jika kekerasan pada anak adalah cerminan kegagalan kita dalam menerapkan akhlak, budi pekerti, tingkah laku dan payung hukum yang adil.

Orangtua terutama sebagai garda terdepan dalam mendidik anak, seharusnya memang memberi masukan dan nasehat berharga pada anak, bagaimana mereka berpakaian, berperilaku juga berperan dalam melindungi dan mengawasi anak secara lebih ketat.

Kejahatan seksual pada anak, bukan hal yang boleh disepelekan. Bisa jadi bukan hanya di tempat yang jauh hal tersebut terjadi, namun bisa juga akhirnya di lingkungan kita sendiri.

Jangan timpakan kesalahan semuanya pada pelaku karena pada akhirnya kita juga akan dimintai pertanggungjawaban di akherat kelak saat tak mampu melindungi anak-anak dan keluarga dari kehancuran!

loading...
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *