Bolehkah Setelah Berwudhu Menyekanya Dengan Handuk?

hukum mengusap setelah wudhu

Siap kembali belajar ilmu fikih wanita? Ada beberapa pertanyaan sederhana yang sudah wara-wiri sejak zaman dahulu masih menjadi perdebatan.

Meski sebenarnya perbedaan pendapat itu hanya  mengenai keafdhal-an terhadap sesuatu masalah atau mana yang lebih utama, bukan dari yang wajib dan yang terlarang dalam agama.

Untuk itu simak beberapa hukum yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan kebolehan atau tidak sehabis berwudhu menyekanya dengan handuk kecil.

1. Hukumnya Mubah

Ulama yang menyatakannya adalah Utsman bin Affan, Anas bin Malik, Hasan bin Ali Hasan al-Basri, Ibnu Sirin, Asy-Sya’bi, Ishaq bin Rahawaih, Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan salah satu pendapat Madzhab Asy-Syafii.

Dalil yang kuatkan pendapat mereka:
Hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki handuk kecil yang beliau gunakan untuk mengeringkan anggota badan setelah wudhu.” (HR. Turmudzi, An-Nasai dalam al-Kuna dengan sanad shahih. Hadis ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, 4706).

Hadits dari Salman Al-Farisi,
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwudhu, kemudian beliau membalik jubah wol yang beliau pakai, dan beliau gunakan untuk mengusap wajahnya. (HR. Ibn Majah 468. Fuad Abdul Baqi mengatakan: Dalam Zawaid sanadnya shahih dan perawinya tsiqat. Al-Albani menilai hasan).

2.    Hukumnya Makruh

Para ulama yang memakruhkannya adalah mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah. Mazhab Al-Hanabilah yang menyatakan bahwa meninggalkan bekas sisa air wudhu pada badan merupakan keutamaan.

Hal ini berdasarkan hadis dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau menjelaskan     tata cara mandi junub Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis tersebut, Maimunah mengatakan:
“Kemudian aku ambilkan handuk, namun beliau tidak menggunankannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun hadis ini tidaklah menunjukkan hukum makruh mengeringkan anggota badan setelah wudhu. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menggunakan handuk setelah mandi, tidaklah menunjukkan bahwa itu dibenci.
Ada pula hukum ini diasumsikan dengan hadis yang lain yakni:

Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhu’nya. Maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hingga dalam pandangan mereka, bekas sisa air wudhu’ hukumnya makruh bila cepat-cepat dikeringkan, karena pada akhirnya bekas air wudhu itu akan membuat keadaan aalam diri dan wajahnya bersinar saat kiamat kelak.

3.    Hukumnya Sunah

Hal ini diyakini oleh oleh mazhab Al Hanafiah yang menyatakan jika menyeka atau mengeringkan bekas sisa air bekas wudhu hukumnya sunnah. Karena dasarnya Rasulullah pernah melakukannya.

Bahwa Nabi SAW berwudhu kemudian beliau membalik jubbahnya dan mengusapkannya pada wajahnya. (HR. Ibnu Majah).

Selain itu mereka memandang jika mengusap bekas sisa air wudhu itu seperti menghilangkan dosa. Sebab pada hadis lain disebutkan jika wudhu itu merontokkan dosa. Logikanya, sisa bekas air wudhu itu dianggap mengandung dosa sehingga harus segera dibersihkan.

Apabila seorang hamba yg muslim atau mukmin itu berwudhu di mana sewaktu ia membasuh mukanya, maka keluarlah semua dosa yg dilihat dengan kedua matanya dari mukanya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air yg terakhir.

Jika ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah semua dosa yg diperbuat oleh kedua tangannya itu bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir. Dan jika ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua dosa yg diperbuat oleh kedua kakinya itu bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air yg terakhir, sehingga ia benar-benar bersih dari semua dosa. (HR. Muslim).

Lalu, mana yang dianggap paling afdhol? Semua dalil dan pendapat sudah digelar, karena ini bukan perkara halal dan haramnya sesuatu batau perbuatan, seperti membagi harta rata warisan, maka mana yang dianggap paling Anda anggap paling afdhol maka gunakanlah tanpa ragu.

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *