Rahasia Berserah Diri Kepada Allah; Membuat Hati Tenang

Kekuatan Berserah Diri Kepada Allah
Dengan tawakal, hati tenang dan kuat meski ombang menerjang

 

Seringkali kita mendengar perkataan menyejukkan dari seseorang saat dalam keadaan terpuruk, terkena musibah atau tengah menghadapi ujian sekolah ataupun ujian kehidupan itu sendiri, dengan istilah “Bertawakal-lah kepada Allah atas apapun yang terjadi..”.

Sepertinya kata-kata itu memang mudah diucapkan, namun bagi yang mengalami kejadian kurang menyenangkan, musibah ataupun peristiwa yang sangat menakutkan dalam kehidupan, untuk menerima sesuatu hal yang menimpa dengan memasrahkan diri hanya kepada Allah bukanlah perkara mudah.

Yang sering terjadi adalah banyak dari manusia malah berkeluh kesah, menyalahkan keadaan yang menimpa dirinya pada orang lain, bahkan pada Tuhan. Kemarahan, kekecewaan, kesedihan yang bertumpuk-tumpuk itulah jika tidak diurai dengan baik akan menjadikan depresi jika manusia menjauh dari PenciptaNya.

Bertawakal, atau berserah diri pada Allah itu sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Jika manusia terus belajar mengasah dan menempa kehidupannya hanya selalu menghamba pada Pemilik Kehidupan, tingkat kepasrahan dengan yang maha memiliki Kehidupan mengalir begitu saja.

Ini berarti apa? Tawakal itu bisa dibentuk oleh seorang hamba, jika ia sudah belajar untuk beribadah dengan lebih baik pada Allah, belajar untuk ikhlas dan belajar untuk bersabar dalam setiap langkah kehidupan.

[irp posts=”228″ name=”Berlapang Dada Tak Pernah Mendengki; Sarana Masuk Surga”]

Berbaik sangka kepada Allah dan sekitarnya adalah hal yang paling mendasar untuk seorang muslim. Jika setiap permasalahan ia terbiasa berburuk sangka pada orang lain, terlebih Allah, maka dalam kehidupannya ia tidak akan pernah tenang.

Dengan berserah diri kepada Allah, mempunyai filosofi jika manusia itu mewakilkan, seperti kata “tawakal” diambil dari kata wakala yang berarti wakil dan mewakilkan apapun yang terjadi dan mempercayakan semua itu hanya kepada Allah semata.

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS al-Anfal [8]: 49).

Dengan cara memasrahkan kejadian yang menimpa baik kejadian positif, menyenangkan ataupun buruk dan memilukan adalah kehendak Allah semata.

Jangankan kejadian Gempa bumi, gunung meletus, kecelakaan, gagal dalam ujian, bangkrut atau banyak lagi yang lainnya merupakan kehendak Allah, bahkan hal yang paling kecil sekalipun, semisal daun yang gugur adalah atas pengetahuan Allah!

“…dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)….” (al-An’aam: 59).

Berbagai manfaat positif yang bisa dipetik saat seseorang memasrahkan segala sesuatunya hanya pada Allah, yakni selain hati menjadi tenang, tidak khawatir atas apapun yang menimpa, menghilangkan kecemasan yang berlebihan, keraguan yang membelenggu dan berupaya menjalani kehidupan dalam jalurNya.

Hal lainnya yang cukup membuat lega perasaan saat kita hanya bertawakal hanya pada Allah adalah menjaga ritme perasaan, saat mendapat rezeki atau kemenangan, manusia tidak akan merasa senang yang membuncah, pun saat mendapat kemalangan atau kesedihan yang mendalam, ia tidak terlalu larut dan segera bangkit dari keperpurukan.

Apapun yang terjadi atas kehendak Allah, anak, jabatan, harta benda,ketenaran hanya semata-mata milik Allah. Jika Dia berkendak untuk mengambil, tidak ada yang menghalangi.

Pun, jika Dia berkenan untuk menambah, maka tak ada satupun yang bisa merintangi atau menutupi.

[irp posts=”133″ name=”Jangan Abaikan, Ada Tiga Macam Manusia yang Terancam Tak Masuk Surga!”]

Yakinlah, segala rencana Allah lebih baik dari segala rencana yang disusun manusia. Jika ada hal yang tidak sesuai dengan perkiraan, hitungan atau diluar kendali sebaiknya pasrahkan dan serahkan pada Allah.

Hingga akhirnya tujuan hidup kita jelas, dapat mengambil keputusan dengan lebih baik lagi dan jauh dari kata putus asa apalagi depresi.
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (Ghafir: 44).

Akhirnya, saat orang berserah diri, maka hati menjadi tenang. Seperti Sabda Rasulullah SAW.

Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda kepada dua orang, “Serahkan urusan kalian berdua kepada Allah Azza wa jalla, agar kalian merasa tenang.”

loading...
4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *