Jangan Pelit! Inilah 7 Alasan Mengapa Kita Harus Banyak Sedekah di Bulan Ramadhan

Jangan pelit di bulan Ramadhan, Bersedekahlah

Jangan pelit di bulan Ramadhan, ayo banyak bersedekah

Rasulullah mengajarkan umatnya untuk gemar bersedekah, apalagi di bulan Ramadhan. Karena bulan ini adalah istimewa, seolah-olah seluruh kebaikan langit dan bumi tercurah pada manusia bagi yang berpuasa di bulan suci ini.

Dalam Shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)

Menjadi dermawan saat Ramadhan adalah hal yang luar biasa, karena selain mendapat lipatan pahala, bersedekah pada bulan ini menunjukkan jika kepedulian kita terhadap sesama yang membutuhkan semakin meningkat.

Sedekah bukan hanya dengan harta saja, jika ia punya ilmu yang banyak dan patut membaginya dengan yang lain, maka ia bersedekah ilmu.

[irp posts=”269″ name=”Rahasia Berserah Diri Kepada Allah; Membuat Hati Tenang”]

Jika mempunyai tenaga yang bisa dilakukan untuk kebaikan umat semisal untuk gotong royong membersihkan masjid dan lingkungan, memasak dan membantu menyidiakan masakan buka, ikut serta dalam program bakti sosial di masjid maupun instansi adalah hal yang patut diapresiasi pahala.

Bahkan hanya sekedar beri advis atau nasehat pada seseorang saja, sudah merupakan sedekah.

Ibnu Rajab juga menyebutkan, “Pada diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkumpul berbagai macam sifat dermawan. Beliau gemar berderma dengan ilmu dan harta beliau. Beliau juga mengorbankan jiwa untuk memperjuangkan agamanya. Beliau juga memberikan manfaat pada umat dengan menempuh berbagai macam cara. Bentuk kemanfaatan yang beliau berikan adalah dengan memberi makan pada orang yang lapar, menasihati orang yang bodoh, memenuhi hajat dan mengangkat kesulitan orang yang butuh.”

Mengapa Rasulullah menginginkan umatnya untuk tidak pelit bersedekah di bulan Ramadhan? Tengok 7 alasan mendasarnya:

1. Allah akan melipatgandakan pahala

Jika menjelang Idhul Fitri ada promo besar-besaran dan obral barang murah dan diskon luar biasa untuk menarik pelanggan. Maka sebenarnya di bulan suci ini Allah “mengobral” pahala bagi siapa saja yang mau bersedekah!

Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151).

2. Sedekah bisa membantu orang lain lebih khusuk beribadah.

Bisa dibayangkan jika orang miskin harus banting tulang untuk memberi makan keluarganya, hingga terkadang untuk beribadah dengan baik di bulan ramadhan agak kesukaran. Maka jika ada dermawan yang sedikit meringankan bebannya, hingga ia bisa beribadah lebih baik di bulan Ramadhan hingga tidak tertumpu untuk mencari nafkah saja.

3. Diberi ampunan dan dibebaskan dari neraka

Allah memberikan rahmat dan ampunan dan dibebaskan dari api neraka untuk seseorang yang tidak pelit berderma di Ramadhan.

“Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana api dapat dipadamkan dengan air, begitu pula shalat seseorang selepas tengah malam.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

[irp posts=”253″ name=”Ingin Bertaubat? Simak 8 Cara Taubat Nashuha yang Benar Ini!”]

4.  Sedekah, merupakan salah satu sebab masuk surga, di samping shalat.

Dari ‘Ali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya.” Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad 1: 155. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

5.  Sedekah di ramadhan menyempurnakan kekekurangan puasa.

Seringkali orang berpuasa ada saja salah dan kurangnya, maka sedekah kita berfungsi sebagai penyempurna kekurangan tersebut.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

6. Sarana bersimpati dan empati

Sedekah sebagai sarana merasakan beban hidup orang yang kesusahan atau orang miskin. Hingga sesama muslim diharapkan gemar untuk bersedekah untuk meringankan beban si miskin.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain di bulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan di mana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Ya’la dan ulama Hambali lainnya.”

7. Sedekah tak pernah mengurangi sesuatu, bahkan sedekah di bulan Ramadhan akan pendapat pahala puasa orang lain.

Bukan main reward orang yang bersedekah di bulan Ramadhan, ia sedikitpun tak mengurangi pahala orang yang tengah berpuasa, namun pahala orang yang berpuasa diberikan pada kita sebagai penambah pahala karena sedekah kita.

Saat dalam keadaan bagaimana? Ya, saat kita memberikan makanan buka puasa pada orang yang tengah berpuasa.

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Nah, masih nekad tak mau sedekah? Duh, jangan dong!

 

 

Referensi:
Lathaif Al-Ma’arif fii Maa Limawasim Al-‘Aam min Al-Wazhoif. Cetakan pertama tahun 1428 H. Ibnu Rajab Al Hambali. Penerbit Al-Maktab Al-Islami.

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *