5 Amalan yang Bisa Dilakukan Saat I’tikaf Sesuai Sunnah Nabi

lima amalan i'tikaf sesuai sunnah nabi

Saat Ramadhan, adalah saat yang tepat mendulang banyak kebaikan dan banyak pahala. Salah satu yang sering dilakukan oleh umat muslim adalah ibadah i’tikaf.

Ibadah yang dilakukan pada sepertiga malam terakhir dari keseluruhan malam-malam Ramadhan. Itulah yang disebut i’tikaf.

Lalu, amalan apa sajakah yang dilakukan oleh orang yang sedang beri’tikaf?

Inilah 5 Amalan yang dianjurkan saat beri’tikaf:

1. Shalat.

Tentu ini adalah ibadah pokok yang paling utama dan paling besar pahalanya. Amalan ini pulalah yang dianjurkan untuk diperbanyak dilakukan.

Karena halat merupakan hubungan langsung antar dua pihak yakni seorang hamba dengan penciptanya. Apalagi shalat merupakan tiangnya agama,

2. Memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Dengan membaca Al-Qur’an hati akan menjadi tenang. Selain itu akan mendapatkan jaminan untuk memperoleh syafaat di hari kiamat kelak.

Hal ini seperti sabda Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah oleh kalian Alquran. Karena sesungguhnya Alquran itu akan datang menghampiri kalian di hari kiamat sebagai syafaat.’’ (HR Muslim).

3. Memperbanyak dzikir.

Dzikir yang dianjurkan seperti bertasbih, bertahmid dan tahlil, istighfar dan sebagainya. Menurut para ulama, dzikir merupakan ibadah khusus untuk bertaqarub kepada Allah.

Oleh karenanya menyibukan diri dengan dzikir saat i’tikaf, tak pelak akan memperoleh pahala yang berlipat-lipat. Di sampung juga mendapat keuntungan yang sangat besar.

Allah akan mengingat hamba yang mengingat-Nya, seperti firman Allah:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamudan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al-Baqarah [2]:152)

4. Bershalawat atas Nabi Muhammad.

Karena hal ini merupakan salah satu sebab turunnya rahmat Allah Ta’ala. Bahkan berlipat rahmatnya. Seperti sabda Rasulullah: ”Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan memberinya rahmat sepuluh.” (HR Muslim).

5. Upayakan mengurangi untuk bersosialisasi saat beri’tikaf.

Menurut beberapa ulama i’tikaf selesai sampai menjelang Idul Fitri. Keesokan harinya keluar dari masjid langsung menuju tempat Idul Fitri. Hal itu akan lebih baik karena menyambung satu ibadah dengan ibadah lainnya.

Sabda Rasulullah: “Barangsiapa bangun (untuk beibadah) pada dua malam ied dengan mengharapkan pahala dari Allah, maka Allah tidak akan mematikan hatinya pada saat dimatikan semua hati”.

Nah, itulah lima amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di saat i’tikaf sesuai dengan anjuran Nabi.
Referensi:
Candra Nila Murti Dewojati, 2014, Strategi Jitu Meraih lailatul Qadar, Qibla, Jakarta

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *