8 Manusia yang Dibenci Allah, Jangan Sampai Kita Salah Satunya

 

manusia yang dibenci Allah
Fitrahnya manusia sebagai khalifah dimuka bumi, terkadang kurang bisa mengontrol beberapa perbuatannya, hingga ia menjadi manusia yang merugi. Bagaimana tidak, manusia yang kurang bisa menjaga perbuatannya termasuk yang dibenci Allah!

8 Jenis Manusia yang Dibenci Allah

Yang menjadi masalah perkara-perkara yang termasuk dalam kategori dibenci Allah ini memang kurang disadari manusia sebagai hal yang sering dilakukannya. Untuk itu, marilah kita cek apakah kita termasuk manusia yang dibenci Allah.

1. Orang yang tergolong miskin namun sombong

Jika diibaratkan sebagai suatu perusahaan, orang miskin yang sombong itu adalah perusahaan yang bangkrut. Apalagi yang bisa dibanggakan padanya, sudah miskin sombong pula.

Sombong di sini bukan hanya perkara perilaku, ucapannya yang ‘besar’, namun juga termasuk malas beribadah pada Allah, atau tidak berupaya memperbagus amalan dan lebih tekun beribadah.

Sombong seperti ini tidak disukai Allah, hal ini tertuang pada ayat berikut:

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (Lukman : 18).

2. Orang yang berpunya tapi pelit

Seharusnya orang yang diberi kelebihan rezeki, maka ia lebih banyak berbagi pada orang lain. Namun jika ia bersikap kikir, maka hal tersebut termasuk yang dibenci Allah. Apalagi sangat takut hartanya akan berkurang jika harus bersedekah atau berbagi pada yang membutuhkan.

Rasulullah mengancam orang yang semacam ini bukan bagian dari orang-orang yang beriman.

Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka. (HR. Hakim).

3. Para Ulama yang Komersial

Sebenarnya fenomena sekarang sudah terlihat ditelivisi-telivisi. Banyak para ulama yang memiliki jam terbang yang sangat tinggi hingga sukar ditemui umat, karena jadwal di telivisi atau tempat-tempat strategis begitu padat.

Meskipun diperbolehkan untuk dakwah dengan mengutip biaya untuk sekedar biaya operasional, akomodasi dan profesionalitas, namun bukan berlebih-lebihan dan bahkan sarana untuk memperkaya diri sendiri.

Karena hal tersebut dikhawatirkan menjadi wahn yakni pencinta dunia. Padahal ulama diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberi teladan akhlak baik bagi umat.

Celakalah bagi ummatku dari ulama buruk yang menjadikan agama ini sebagai komoditas, yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Allah pasti tidak akan menjadikan bisnis mereka memperoleh keuntungan. (HR. Hakim).

4. Wanita yang minim rasa malu

Terlihat pada zaman sekarang ini, rasa malu wanita sudah mulai luntur. Meski ada hal yang menggembirakan karena semakin banyak yang memakai baju muslim, hanya saja banyak pula yang tidak penuhi kaidah-kaidah dalam berpakaian.

Bukan hal dalam berpakaian, cara berjalan, bertutur kata dan berperilaku, wanita sekarang sudah mulai menepiskan rasa malunya. Hingga fitnah dan maksiat semakin bertambah.

5. Orangtua yang malas beribadah, suka dunia.

Semakin tua, sebenarnya Allah sudah beri peringatan untuk semakin mendekatkan diri padaNya. Rambut memutih, tidak bugar lagi, dihinggapi berbagai macam penyakit dan banyak hal lainnya, sebenarnya pertanda semakin dekat dengan kematian. Namun yang terjadi masih banyak orangtua yang menghamba pada keduniawian dan malas untuk beribadah.

6. Pemuda yang yang tak berkarya

Sangat disayangkan jika menjumpai pemuda hanya berkutat dengan kesenangan semata.

Seharian berkutat dengan gadgetnya, atau interaksi dengan dunia maya, tanpa bergerak untuk belajar lebih giat, berkarya untuk lebih maju dan membanggakan atau bekerja lebih giat dan keras, inovatif dan kreatif. Jika hanya pandai menghabiskan waktu untuk keduniawian semata, foya-foya bahkan kemaksiatan. Hal ini sangat dibenci Allah.

7. Pemimpin negara / wilayah yang keji

Pemimpin seharusnya mengayomi rakyat, adil dan jauh dari kejam. Ia selaiknya menyejahterakan rakyatnya dengan baik, namun jika ia malah sebaliknya berbuat semena-mena maka nerakalah tempat pemimpin yang dzalim.

Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang dzalim (Ali Imran : 151).

8. Ahli ibadah yang riya’

Hal seperti ini amat sangat harus dihindari oleh para ahli ibadah. Karena aperbuatan riya mereka memang tidak disadari sepenuhnya, seperti meremehkan orang lain yang ibadahnya tidak benar, ataupun mengira bahwa ibadahnya diterima, sedang yang lain tidak, maka ia menjadi pribadi yang sombong.

Semoga manfaat!

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *